VERA MARIA, MARGARETHA SIHOTANG (2026) RELASI KUASA DALAM KONSTRUKSI WACANA ADAT DAN STATUS SOSIAL (Analisis Wacana Foucauldian Pada Novel Azab Dan Sengsara). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
Text
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf Download (221kB) | Preview |
|
|
Text
SKRIPSI LENGKAP.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
||
|
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi wacana adat dan status sosial serta relasi kuasa kolonial dalam novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregar yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1920. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode utama yang digunakan adalah analisis wacana Michel Foucault melalui pendekatan arkeologi dan genealogi pengetahuan, yang dibantu dengan analisis naratif skema aktan A.J. Greimas untuk membedah struktur sekuen teks secara mikro. Data penelitian diperoleh dari teks novel, dokumen sejarah kolonial, serta literatur terkait Balai Pustaka sebagai institusi media kolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Azab dan Sengsara tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai medium komunikasi massa kolonial yang mengonstruksi cara pandang masyarakat pribumi terhadap adat, moralitas, dan status sosial. Pada level arkeologi, ditemukan bahwa wacana adat dibangun melalui formasi objek, subjek, konsep, dan strategi naratif yang menempatkan tradisi lokal dan konflik internal perkauman sebagai penghalang (anti-subjek), sehingga kepatuhan terhadap keluarga dan hierarki sosial dikonstruksi sebagai bentuk moralitas yang benar. Pada level genealogi, penelitian ini menemukan bahwa Balai Pustaka berperan sebagai institusi penjaga gerbang ideologis yang mengontrol produksi pengetahuan melalui sensor,standardisasi bahasa, dan penyaringan tema sesuai kepentingan kolonial. Melalui mekanisme tersebut, kekuasaan kolonial bekerja secara halus dengan membentuk rezim kebenaran pada tahap konfirmasi yang mengarahkan masyarakat untuk menerima tatanan sosial tertentu sebagai sesuatu yang wajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel Azab dan Sengsara merupakan bagian dari praktik komunikasi massa kolonial yang digunakan untuk mendisiplinkan dan menjinakkan nalar kritis masyarakat pribumi melalui produksi wacana dan normalisasi nilai sosial. Kata Kunci: Relasi Kuasa, Balai Pustaka, Michel Foucault, Skema Aktan Greimas, Komunikasi Massa Kolonial.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | ?? 190 ?? ?? 302 ?? ?? 800 ?? ?? 950 ?? |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Prodi Komunikasi |
| Depositing User: | 2605780542 Digilib |
| Date Deposited: | 10 Jun 2026 04:00 |
| Last Modified: | 10 Jun 2026 04:00 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100091 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
