IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN SEMBAKO DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT DI DESA SUKADADI KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN

AISYAH PUTRI NUR , ISTIQOMAH (2026) IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN SEMBAKO DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT DI DESA SUKADADI KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (14Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2318Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2232Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Bantuan Sembako dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat di Desa Sukadadi Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan sembako meningkatkan pemenuhan kebutuhan pangan KPM dari 30% menjadi 50% sehingga peningkatan ini perlu diperhatikan dan didorong agar kesejahteraan sosial yang diharapkan terealisasi secara nyata berdasarkan pengakuan informan sekitar 70% KPM yang cukup terbantu dengan Program Bantuan Sembako. Hasil analisis menggunakan teori Struktural Fungsional (AGIL), dimana aspek paling kuat terletak pada fungsi Adaptation (A), yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat melalui distribusi sumberdaya yang tepat. Goal Attainment (G) dalam penelitian ini belum mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga secara menyeluruh karena terbatasnya dana anggaran yang diterima masyarakat. Pada aspek Integration (I), dan Latency (L) juga menjadi bagian yang paling lemah, karena Integration (I) terdapat misskomunikasi antar pihak, keterlambatan informasi ke Desa dan perbedaan pendapat terkait siapa yang layak menerima bantuan sehingga terjadi ketidaksesuaian data penerima dan kecemburuan antar masyarakat. Sementara itu, Latency (L) menunjukkan kelemahan dalam pemeliharaan nilai dan keberlanjutan program karena kurangnya kontrol pada masyarakat yang menerima bantuan. Oleh karena itu, agar evaluasi dan monitoring program dapat berjalan sesuai kebutuhan, maka diperlukan adanya peningkatan koordinasi antar pihak terkait, serta penambahan program sosialisasi kepada masyarakat agar program dapat berjalan lebih optimal. Kata Kunci: Implementasi, Kesejahteraan Sosial, Program Bantuan Sembako This study aims to analyze the implementation of the Basic Food Assistance Program in improving the social welfare of the community in Sukadadi Village, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency. This study uses a descriptive qualitative research method with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of the study indicate that basic food assistance increases the fulfillment of KPM food needs from 30% to 50% so that this increase needs to be considered and encouraged so that the expected social welfare is realized in reality based on the recognition of informants around 70% of KPM who are quite helped by the Basic Food Assistance Program. The results of the analysis use the Structural Functional Theory (AGIL), where the strongest aspect lies in the Adaptation function (A), which is able to adjust to environmental conditions and community needs through the distribution of appropriate resources. Goal Attainment (G) in this study has not been able to meet household needs as a whole due to limited budget funds received by the community. In the aspects of Integration (I), and Latency (L) are also the weakest parts, because Integration (I) there is miscommunication between parties, delays in information to the Village and differences of opinion regarding who is eligible to receive assistance resulting in inconsistencies in recipient data and jealousy between communities. Meanwhile, Latency (L) indicates weaknesses in maintaining the program's value and sustainability due to a lack of control over the communities receiving assistance. Therefore, to ensure program evaluation and monitoring are carried out as needed, increased coordination between relevant parties and additional community outreach programs are needed to optimize the program's operation. Keywords: Implementation, Basic Food Assistance Program, Social Welfare

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum
000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum > 001 Ilmu pengetahuan
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Sosiologi
Pengguna Deposit: 2605269336 Digilib
Date Deposited: 12 Jun 2026 03:16
Terakhir diubah: 12 Jun 2026 03:16
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100271

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir