ANALISIS KUALITAS AIR LAUT DI JALUR WISATA BAHARI TELUK LAMPUNG BERDASARKAN PARAMETER FISIKOKIMIA DAN INDIKATOR BIOLOGIS

NATASYA , THESALONIKA (2026) ANALISIS KUALITAS AIR LAUT DI JALUR WISATA BAHARI TELUK LAMPUNG BERDASARKAN PARAMETER FISIKOKIMIA DAN INDIKATOR BIOLOGIS. FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (129Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (4Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (4Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Jalur wisata bahari Teluk Lampung di wilayah pesisir Kabupaten Pesawaran merupakan kawasan perairan dengan aktivitas tinggi, seperti wisata, transportasi laut, dan perikanan, yang berpotensi memengaruhi kualitas perairan. Jalur ini merupakan rute pelayaran wisata antar pulau yang menghubungkan beberapa destinasi, sehingga berpotensi menimbulkan tekanan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan kajian kualitas air laut berbasis parameter fisikokimia dan indikator biologis untuk memperoleh gambaran kondisi perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air laut pada jalur wisata bahari Teluk Lampung yang merupakan rute pelayaran wisata yang menghubungkan Dermaga Ketapang, Pulau Kelagian Kecil, Dermaga Villa Mangrove, Tanjung Putus, hingga Pulau Balak berdasarkan parameter fisikokimia dan indikator biologis berupa plankton. Pengambilan sampel dilakukan pada lima stasiun yang mewakili setiap lokasi tersebut. Parameter fisikokimia yang diamati meliputi suhu, kecerahan, pH, DO, BOD, salinitas, dan TSS, sedangkan analisis biologis dilakukan terhadap kelimpahan dan struktur komunitas plankton menggunakan indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari beberapa parameter fisikokimia yang diamati, Total Suspended Solid (TSS) merupakan parameter yang menunjukkan perbedaan nilai nyata, meskipun berada jauh di bawah batas baku mutu (20 mg/L). Nilai TSS berkisar 0-1 mg/L, mengindikasikan perairan relatif jernih dan didukung oleh kelimpahan plankton yang tinggi (490.000 individu/L). Struktur komunitas plankton tergolong sedang hingga tinggi (1 ≤ H′ ≤ 3 dan H′ > 3), dengan keseragaman tinggi dan dominansi rendah, sehingga mencerminkan ekosistem yang relatif stabil. Secara keseluruhan, kualitas perairan laut pada jalur wisata bahari Teluk Lampung tergolong baik dan masih mendukung kehidupan organisme akuatik, namun tetap memerlukan pengelolaan berkelanjutan. Kata kunci: kualitas air laut, parameter fisikokimia, indikator biologis, plankton, Teluk Lampung

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 500 ilmu pengetahuan alam dan matematika
500 ilmu pengetahuan alam dan matematika > 570 Biologi
Program Studi: FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) > Prodi S1 Biologi
Pengguna Deposit: 2605637200 Digilib
Date Deposited: 12 Jun 2026 08:14
Terakhir diubah: 12 Jun 2026 08:14
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100351

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir