IDENTIFIKASI BAKTERI PATOGEN BERBASIS METAGENOMIK NGS-ONT SEBAGAI MODEL PEMERIKSAAN SEPSIS AWITAN DINI BAYI PREMATUR DI RUMAH SAKIT ABDOEL MOELOEK

Leni, Ervina (2026) IDENTIFIKASI BAKTERI PATOGEN BERBASIS METAGENOMIK NGS-ONT SEBAGAI MODEL PEMERIKSAAN SEPSIS AWITAN DINI BAYI PREMATUR DI RUMAH SAKIT ABDOEL MOELOEK. [Dataset]

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (301kB) | Preview
[img] Text
FILE DISERTASI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
FILE DISERTASI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (6MB) | Preview

Abstract

Latar belakang : Sepsis neonatorum awitan dini pada bayi prematur adalah sindrom klinis yang ditandai dengan perubahan hemodinamik dan manifestasi klinis lainnya. Kondisi ini diakibatkan karena adanya investasi bakteri pada cairan tubuh yang terjadi pada bayi baru lahir kurang dari 72 jam yang paling sering didapatkan secara vertikal dari ibu. Baku emas penegakan diagnosis sepsis neonatorum adalah kultur darah. Tetapi, pemeriksaan kultur darah membutuhkan waktu lama dan berisiko mendapat hasil negatif palsu. Pemeriksaan berbasis molekuler seperti analisa metagenomik berbasis Next-Generation Sequencing- Oxford Nanopore Technology (NGS-ONT) yang merupakan NGS generasi ketiga memiliki akurasi lebih tinggi dan waktu pemeriksaan lebih cepat, sehingga dapat menjadi pemeriksaan model baku emas pemeriksaan untuk menegakan diangosa sepsis neonatorum. Tujuan : Mengidentifikasi bakteri patogen penyebab sepsis neonatus awitan dini dengan pemeriksaan metagenomik berbasis NGS-ONT sebagai model baku emas dibandingkan dengan pemeriksaan kultur darah. Metode : Penelitian analisis observasional dengan metode potong lintang untuk mengidentifikasi bakteri patogen penyebab sepsis neonatorum awitan dini pada bayi prematur berbasis analisa metagenomik NGS-ONT dibandingkan dengan kultur darah. Spesimen diambil dari jaringan darah segar tali pusat bayi bayu lahir prematur. Hasil : Karakteristik subjek menunjukkan bahwa proporsi jenis kelamin pada pasien sepsis neonatorum awitan dini relatif seimbang antara laki-laki (53,3%) dan perempuan (46,7%), serta tidak ada perbedaan bermakna dibandingkan bayi sehat (p = 0,193). Berat badan lahir pada kelompok sepsis neonatorum awitan dini secara signifikan lebih rendah dibandingkan bayi sehat, masing-masing dengan median 1.411 g (rentang 800–2.200 g) dan 2.406 g (2.000–3.200 g) (p < 0,001). Selain itu, skor APGAR menit ke-1 dan ke-5 pada kelompok sepsis juga secara signifikan lebih rendah dibandingkan kelompok bayi sehat (p < 0,001). Seluruh kultur darah pada kedua kelompok dilaporkan steril. Pemeriksaan NGS-ONT tidak mendeteksi bakteri pada bayi prematur sehat, sedangkan pada kelompok sepsis teridentifikasi 10 spesies bakteri dengan keberlimpahan tertinggi dengan 5 spesies terbanyak yaitu: Cutibacterium acnes, Ectopseudomonas guguanensis, Janibacter massiliensis, Moraxella osloensis, Paracoccus marcusii. Evaluasi efektivitas diagnostik metode molekuler dilakukan menggunakan analisis komparatif proporsi dengan Fisher’s Exact Test (p < 0,001) yang menunjukkan bahwa pemeriksaan NGS-ONT memiliki potensi kemampuan deteksi patogen yang secara signifikan lebih tajam dan sensitif dalam membedakan kondisi infeksi pada neonatus dibandingkan dengan metode kultur darah konvensional. Simpulan : Pemeriksaan NGS-ONT mampu mengidentifikasi bakteri pada bayi prematur dengan sepsis awitan dini meskipun seluruh hasil kultur darah sebagai baku emas menunjukkan hasil steril. Ini menjadi proyeksi model deteksi bakteri penyebab sepsis awitan dini untuk meningkatkan akurasi terapi yang diberikan. Kata kunci: sepsis neonatorum awitan dini, bayi prematur, analisis metagenomik, NGS-ONT, NGS generasi ketiga, kultur darah, bakteri patogen

Item Type: Dataset
Subjects: ?? 500 ??
?? 610 ??
Divisions: ?? 21 ??
Depositing User: 2605609710 Digilib
Date Deposited: 15 Jun 2026 05:13
Last Modified: 15 Jun 2026 05:13
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100418

Actions (login required)

View Item View Item