IMPUNITAS DAN DINAMIKA POLITIK INTERNASIONAL DALAM PERLINDUNGAN JURNALIS PADA KONFLIK ISRAEL-PALESTINA, 2023—2025

ILHAM, FRAYOGA (2026) IMPUNITAS DAN DINAMIKA POLITIK INTERNASIONAL DALAM PERLINDUNGAN JURNALIS PADA KONFLIK ISRAEL-PALESTINA, 2023—2025. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (204Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1086Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (918Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Konflik bersenjata Israel–Palestina yang kembali memanas sejak Oktober 2023 telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang serius, salah satunya meningkatnya kekerasan terhadap jurnalis yang menjalankan tugas profesional di wilayah konflik. Dalam kerangka Hukum Humaniter Internasional, jurnalis dikategorikan sebagai warga sipil yang seharusnya memperoleh perlindungan penuh. Fakta di lapangan menunjukkan tingginya jumlah jurnalis yang menjadi korban tanpa adanya pertanggungjawaban hukum yang jelas, sehingga mencerminkan kondisi impunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk impunitas dan dinamika politik internasional dalam perlindungan jurnalis pada konflik Israel–Palestina selama periode 2023–2025. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui studi pustaka terhadap laporan organisasi internasional, dokumen hukum internasional, laporan lembaga non-pemerintah, serta publikasi akademik yang relevan. Analisis penelitian didasarkan pada konsep Hukum Humaniter Internasional, impunitas, dan political will untuk menjelaskan hubungan antara norma hukum dan praktik politik global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya political will negara-negara besar dan institusi internasional menjadi faktor utama terhambatnya penegakan hukum terhadap pelanggaran terhadap jurnalis. Penggunaan hak veto di Dewan Keamanan PBB, keterbatasan yurisdiksi International Criminal Court (ICC), serta penerapan standar ganda dalam politik global memperlihatkan bahwa kepentingan strategis negara lebih dominan dibanding komitmen terhadap perlindungan kemanusiaan. Kondisi tersebut menyebabkan perlindungan jurnalis dalam konflik Israel–Palestina berjalan tidak efektif dan memperkuat keberlanjutan impunitas dalam sistem politik internasional. Kata kunci: Perlindungan Jurnalis, Impunitas, Hukum Humaniter Internasional, Dinamika Politik Internasional, Konflik Israel–Palestina. The escalation of the Israel–Palestine armed conflict since October 2023 has resulted in severe humanitarian consequences, including an increasing number of attacks against journalists performing their professional duties in conflict zones. Under International Humanitarian Law, journalists are classified as civilians and are therefore entitled to full protection. However, empirical evidence demonstrates a persistent pattern of violence against journalists without adequate legal accountability, indicating a condition of impunity. This study aims to analyze the forms of impunity and the dynamics of international politics in the protection of journalists during the Israel– Palestine conflict from 2023 to 2025. This research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data were collected through literature review of international legal instruments, reports from international organizations, nongovernmental organization publications, and relevant academic sources. The analysis is grounded in the concepts of International Humanitarian Law, impunity, and political will to explain the gap between legal norms and political practices at the global level. Research findings indicate that the lack of political will among major countries and international institutions is a key factor hindering the enforcement of laws regarding violations against journalists. The use of the veto in the UN Security Council, the limited jurisdiction of the International Criminal Court (ICC), and the application of double standards in global politics demonstrate that national strategic interests take precedence over commitments to the protection of humanity. These conditions render the protection of journalists in the Israel–Palestine conflict ineffective and reinforce the persistence of impunity within the international political system. Keywords: Journalists Protection, Impunity, International Humanitarian Law, International Political Dynamics, Israel–Palestine Conflict.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)
300 Ilmu sosial > 380 Perdagangan, komunikasi, dan transportasi > 382 Perdagangan internasional (perdagangan luar negeri)
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional
Pengguna Deposit: 2605576064 Digilib
Date Deposited: 15 Jun 2026 05:22
Terakhir diubah: 15 Jun 2026 05:22
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100421

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir