CICI , DORIA (2026) STRATEGI PENGELOLAAN RESTORASI EKOSISTEM BERBASIS MASYARAKAT DI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS YANG BERKELANJUTAN. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (5Mb) | Preview |
|
|
File PDF
TESIS FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (4Mb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (4Mb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Tekanan terhadap ekosistem hutan di Indonesia terus mneingkat akibat dari aktivitas manusia, seperti deforestasi, konversi lahan, eksploitasi sumber daya yang tidak terkendali, serta praktik pemanfaatan yang tidak berkelanjutan. Kondisi ini menyebabkan terjadinya degradasi ekosistem yang berdampak pada menurunnya fungsi ekologis hutan secara signifikan. Salah satu kawasan yang mengalami tekanan ekosistem hutan adalah Taman Nasional Way Kambas (TNWK), yang merupakan kawasan konservasi penting di Pulau Sumatera yang mencerminkan karakteristik ekosistem dataran rendah. Restorasi ekosistem merupakan upaya penting dalam memulihkan fungsi lingkungan yang terdegradasi akibat tekanan aktivitas manusia. Namun, keberhasilan restorasi tidak hanya ditentukan oleh aspek ekologi, melainkan juga dipengaruhi oleh dimensi sosial, ekonomi, kelembagaan, dan teknologi-infrastruktur. Pendekatan multidimensi ini diperlukan untuk memastikan bahwa pengelolaan sumber daya alam berjalan secara seimbang dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberlanjutan pengelolaan restorasi ekosistem berbasis masyarakat secara multidimensi di Desa Labuhan Ratu VII dan Desa Rantau Jaya Udik II. Metode yang digunakan yaitu Multidimensional Scaling (MDS) melalui pendekatan Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH). Analisis menunjukkan ii bahwa ada tiga dimensi dengan nilai indeks keberlanjutan yang tinggi dengan kategori ‘sangat berkelanjutan’ yaitu dimensi kelembagaan (94.22 dan 95.92), dimensi teknologi-infrastruktur (88.66 dan 89.69), dan dimensi ekologi (78.91 dan 85.46). Sedangkan dimensi sosial dan dimensi ekonomi masuk kedalam kategori ‘cukup berlanjutan’ dengan nilai secara berturut-turut (72.09 dan 73.26 ) dan (67.58 dan 66.46). Strategi pengelolaan restorasi ekosistem berbasis masyarakat yang harus diterapkan antara lain: peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal, penguatan komunikasi dan partisipasi masyarakat desa penyangga, pengelolaan ekosistem secara berkelanjutan, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi untuk kegiatan produktif dan restorasi, dan penguatan kelembagaan dalam pengelolaan restorasi. Kata kunci: Restorasi, TNWK, keberlanjutan, RAPFISH, strategi ABSTRACT Pressure on forest ecosystems in Indonesia continues to increase due to human activities, such as deforestation, land conversion, uncontrolled resource exploitation, and unsustainable utilization practices. This condition leads to ecosystem degradation, which has significantly reduced the ecological function of forests. One area experiencing forest ecosystem pressure is Way Kambas National Park (TNWK). Is an important conservation area on Sumatra Island that reflects the characteristics of lowland ecosystems. Ecosystem restoration is a crucial effort to restore environmental functions degraded by human activity. However, the success of restoration is not solely determined by ecological aspects but also influenced by social, economic, institutional, and technological-infrastructure dimensions. This multidimensional approach is necessary to ensure that natural resource management is balanced and sustainable. This study aims to analyze the level of sustainability of multidimensional community-based ecosystem restoration management in Labuhan Ratu VII Village and Rantau Jaya Udik II Village. The methods used are:Multidimensional Scaling (MDS) through the approach Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH). The analysis shows that there are three dimensions with high sustainability index values categorized as 'very sustainable', namely the institutional dimension (94.22 and 95.92), the technology-infrastructure dimension (88.66 and 89.69), and the ecological iv dimension (78.91 and 85.46). Meanwhile, the social and economic dimensions fall into the 'moderately sustainable' category with values of (72.09 and 73.26) and (67.58 and 66.46) respectively. Community-based ecosystem restoration management strategies that must be implemented include: improving the community's economy through the utilization of local resource potential, strengthening communication and participation of buffer village communities, sustainable ecosystem management, optimizing the use of information technology for productive and restoration activities, and strengthening institutions in restoration management. Keywords: Restoration, TNWK, sustainability, RAPFISH, strategy
| Jenis Karya Akhir: | Tesis (Masters) |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 600 Teknologi (ilmu terapan) |
| Program Studi: | FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S2 Magister Ilmu Lingkungan |
| Pengguna Deposit: | 2605565234 Digilib |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 05:24 |
| Terakhir diubah: | 15 Jun 2026 05:24 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100422 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
