EVALUASI KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN AGROFORESTRI DI KAWASAN KONSERVASI (STUDI KASUS DI TAHURA WAN ABDUL RACHMAN, PROVINSI LAMPUNG)

ADRAISNA , AIRANSI (2026) EVALUASI KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN AGROFORESTRI DI KAWASAN KONSERVASI (STUDI KASUS DI TAHURA WAN ABDUL RACHMAN, PROVINSI LAMPUNG). Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (13Mb) | Preview
[img] File PDF
TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (12Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (13Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Sistem agroforestri di kawasan hutan menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan manfaat ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Terdapat beberapa permasalahan, di antaranya tekanan ekologi, fluktuasi pendapatan petani, serta pengelolaan yang belum optimal dalam aspek sosial, kelembagaan dan teknologi, sehingga memerlukan upaya yang tepat dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status keberlanjutan pengelolaan agroforestri di kawasan konservasi secara multidimensi dan merumuskan strategi pengembangan agroforestri berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Multidimensional Scaling (MDS) dengan teknik ordinasi Rapfish yang mencakup lima dimensi: ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan dan teknologi. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 87 orang, yang terdiri dari anggota KTH dan stakeholders yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agroforestri di Kabupaten Pesawaran memiliki status keberlanjutan dalam kategori sangat berkelanjutan pada dimensi ekologi, sedangkan kategori cukup berkelanjutan pada dimensi ekonomi, sosial, kelembagaan dan teknologi. Nilai indeks keberlanjutan tertinggi terdapat pada dimensi ekolgi 77,17 (Desa Cilimus) dan 76,97 (Desa Bogorejo), sementara dimensi ekonomi 50,54 (Desa Cilimus) dan 64,84 (Desa Bogorejo) diikuti dimensi sosial 54,57 (Desa Cilimus) dan 56,02 (Desa Bogorejo), dimensi kelembagaan 73,02 (Desa Cilimus) dan 70,89 (Desa Bogorejo), serta dimensi teknologi 51,76 (Desa Cilimus) dan 63,31 (Desa Bogorejo) masih perlu diperkuat. Atribut yang paling sensitif memengaruhi keberlanjutan pada dimensi ekologi adalah kondisi deforestasi agroforestri; pada dimensi ekonomi, tren pendapatan total masyarakat; pada dimensi sosial, kinerja masyarakat dalam gotong royong sesama tetangga; pada dimensi kelembagaan, keikutsertaan dalam kegiatan koperasi/arisan; dan pada dimensi teknologi, penggunaan pupuk. Temuan-temuan ini memberikan dasar untuk merumuskan strategi pengembangan agroforestri di kawasan konservasi yang adaptif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Indeks keberlanjutan, Multidimensional scaling, Konservasi hutan, Penghidupan masyarakat, Strategi pengembangan. ABSTRACT Agroforestry systems in forest areas face challenges in balancing economic benefits and environmental sustainability. Several issues persist, including ecological pressure, fluctuations in farmers’ income, and suboptimal management in social and institutional aspects, thus requiring appropriate management efforts. This study aims to evaluate the sustainability status of agroforestry management in conservation area with a multidimensional manner and to formulate strategies for sustainable agroforestry development. The method used is a Multidimensional Scaling (MDS) approach with the Rapfish ordination technique, encompassing five dimensions: ecological, economic, social, institutional, and technological. The number of respondents in this study was 87, consisting of members of Forest Farmer Groups (KTH) and stakeholders selected purposively. The results show that agroforestry systems in Pesawaran Regency have a sustainability status categorized as highly sustainable in the ecological dimension, while the economic, social, institutional, and technological dimensions are classified as moderately sustainable. The highest sustainability index values were found in the ecological dimension, with 77.17 (Cilimus Village) and 76.97 (Bogorejo Village). Meanwhile, the economic dimension scored 50.54 (Cilimus Village) and 64.84 (Bogorejo Village), followed by the social dimension at 54.57 (Cilimus Village) and 56.02 (Bogorejo Village), the institutional dimension at 73.02 (Cilimus Village) and 70.89 (Bogorejo Village), and the technological dimension at 51.76 (Cilimus Village) and 63.31 (Bogorejo Village), indicating the need for improvement. Key sensitive attributes include agroforestry deforestation (ecological), total community income trends (economic), community cooperation (social), participation in cooperatives/social groups (institutional), and fertilizer use (technological). These findings provide a basis for adaptive and sustainable agroforestry development strategies. Keywords: Community livelihoods, Development strategy, Forest conservation, Multidimensional scaling, Sustainability index.

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 300 Ilmu sosial
600 Teknologi (ilmu terapan)
Program Studi: FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S2 Magister Ilmu Lingkungan
Pengguna Deposit: 2605473908 Digilib
Date Deposited: 15 Jun 2026 05:27
Terakhir diubah: 15 Jun 2026 05:27
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100423

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir