ROMAISYA , AMALIA (2026) KEMAMPUAN BUBALAH PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KOTAAGUNG TAHUN PELAJARAN 2025/2026. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (254Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRISI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1650Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRISI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1336Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Rendahni sai ngegunako bahasa Lampung di kalangan siswa jadi salah sai masalah sai penting dilom pembelajaran bahasa dairah. Kemampuan bubalah siswa dilom pembelajaran Bahasa Lampung pagun jadi hal sai penting guwai diperhatiko, terutama dilom upaya ningkatko kemampuan komunikasi lisan rik pelestarian bahasa dairah. Penelitiyan sinji bertujuwan guwai ngedeskripsiko kemampuan bubalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kotaagung Tahun Pelajaran 2025/2026 dilom nyeritako luwot cerita legenda Naga Emas Danau Ranau. Penelitiyan sinji ngegunako metode deskriptip kualitatip jama pendekatan lapangan. Data penelitiyan berupa tuturan lisan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kotaagung Tahun Pelajaran 2025/2026. Populasi penelitiyan terdiri anjak 266 siswa kelas VII sai terbagi dilom 8 kelas reguler rik 1 kelas unggulan. Sampel penelitiyan ditentuko ngegunako teknik purposive sampling jama milih kelas VII D sebagai subjek penelitiyan selamon 29 siswa, ulih kelas sinji dianggop lebih ngerepresentasiko kondisi umum siswa kelas VII. Teknik pengumpulan data sai digunako iyulah teknik tes dilom bentuk wawancara, obserpasi, rik dokumentasi berupa rekaman audio pisual. Data sai didapok dianalisis ngegunako teknik analisis data model interaktip berdasarko aspek ketepatan pileihan kata (ngegunako bahasa Lampung), intonasi suara, ketepatan ucapan, ketepatan sasaran, rik kelancaran. Hasil penelitiyan nunjukko bahwasanni dilom aspek ketepatan pileihan kata khususni ngegunako bahasa Lampung, dapok nilai rata-rata 33,80% jama kategori kurang nihan. Aspek intonasi suara ngecapai nilai rata-rata 89,00% jama kategori wawai nihan. Selanjutni, aspek ketepatan ucapan dapok nilai rata-rata 98,60% jama kategori wawai nihan, rik aspek ketepatan sasaran pembicaraan ngecapai nilai ratarata 97,20% jama kategori wawai nihan. Uwatpun aspek kelancaran ngecapai nilai rata-rata 74,40% jama kategori cukup wawai. Secara nyeluruh, kemampuan bubalah pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kotaagung Tahun Pelajaran 2025/2026 ngecapai nilai rata-rata 78,62% jama kategori wawai. Kata kunci: kemampuan bubalah, bahasa Lampung, cerita legenda. Rendahnya penggunaaan bahasa Lampung di kalangan siswa jadi salah satu masalah yang penting dalam pembelajaran bahasa daerah. Kemampuan berbicara siswa dalam pembelajaran Bahasa Lampung masih jadi hal yang penting untuk diperhatikan, terutama dalam upaya meningkatkan kemampuan komunikasi lisan dan pelestarian bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berbicara siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kotaagung Tahun Pelajaran 2025/2026 dalam menceritakan kembali cerita legenda Naga Emas Danau Ranau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan lapangan. Data penelitian berupa tuturan lisan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kotaagung Tahun Pelajaran 2025/2026. Populasi penelitian terdiri dari 266 siswa kelas VII yang terbagi dalam 8 kelas reguler dan 1 kelas unggulan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih kelas VII D sebagai subjek penelitian sebanyak 29 siswa, karena kelas ini dianggap lebih mempresentasikan kondisi umum siswa kelas VII. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dalam bentuk wawancara, observasi, dan dokumentasi berupa rekaman audio visual. Data yang didapat dianalisis menggunakan teknik analisis data model interaktif berdasarkan aspek ketepatan pilihan kata (menggunakan bahasa Lampung), intonasi suara, ketepatan ucapan, ketepatan sasaran, dan kelancaran berbicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek ketepatan pilihan kata khususnya dalam penggunaan bahasa Lampung, diperoleh nilai rata-rata 33,80% dengan kategori sangat kurang. Aspek intonasi suara mencapai nilai rata-rata 89,00% dengan kategori sangat baik. Selanjutnya, aspek ketepatan ucapan memperoleh nilai rata-rata 98,60% dengan kategori sangat baik, dan aspek ketepatan sasaran pembicaraan mencapai nilai rata-rata 97,20% dengan kategori sangat baik. Adapun aspek kelancaran memperoleh nilai rata-rata 74,40% dengan kategori cukup baik. Secara keseluruhan, kemampuan berbicara pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kotaagung Tahun Pelajaran 2025/2026 mencapai nilai rata-rata 78,62% dengan kategori baik. Kata kunci: kemampuan berbicara, bahasa Lampung, cerita legenda. The low level of Lampung language proficiency among students is a significant problem in regional language learning. Students' speaking ability in Lampung language learning remains a crucial issue, particularly in efforts to improve oral communication skills and preserve the regional language. This study aims to describe the speaking ability of seventh-grade students at SMP Negeri 1 Kotaagung in the 2025/2026 academic year when retelling the legend of the Golden Dragon of Lake Ranau. This study uses a qualitative descriptive method with a field approach. The research data are in the form of oral speech of 7th grade students of SMP Negeri 1 Kotaagung in the 2025/2026 academic year. The research population consisted of 266 7th grade students divided into 8 regular classes and 1 superior class. The research sample was determined using a purposive sampling technique by selecting class VII D as the research subject with 29 students, because this class is considered to better reflect the general conditions of 7th grade students. The data collection techniques used were test techniques in the form of interviews, observations, and documentation in the form of audio-visual recordings. The data obtained were analyzed using interactive model data analysis techniques based on aspects of word choice accuracy (using Lampung language), voice intonation, pronunciation accuracy, target accuracy, and speaking fluency. The results showed that word choice accuracy, particularly in the use of Lampung language, achieved an average score of 33.80%, categorized as very poor. Intonation achieved an average score of 89.00%, categorized as very good. Furthermore, pronunciation accuracy achieved an average score of 98.60%, categorized as very good, and target accuracy achieved an average score of 97.20%, categorized as very good. Fluency achieved an average score of 74.40%, categorized as quite good. Overall, the speaking ability of seventh-grade students at SMP Negeri 1 Kotaagung in the 2025/2026 academic year achieved an average score of 78.62%, categorized as good. Keywords: speaking ability, Lampung language, legend stories.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan 400 Bahasa |
| Program Studi: | FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Bahasa Lampung |
| Pengguna Deposit: | 2605691243 Digilib |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 06:02 |
| Terakhir diubah: | 15 Jun 2026 06:02 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100452 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
