UPAYA UNICEF DAN YHDO DALAM MENANGANI EKSPLOITASI ANAK LAKI-LAKI: STUDI KASUS PRAKTIK BACHA BAZI DI AFGHANISTAN

GHESTY NEYSHA , AYUNI (2026) UPAYA UNICEF DAN YHDO DALAM MENANGANI EKSPLOITASI ANAK LAKI-LAKI: STUDI KASUS PRAKTIK BACHA BAZI DI AFGHANISTAN. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (146Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1507Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1202Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Praktik Bacha Bazi sebagai bentuk eksploitasi seksual anak laki-laki di Afghanistan merupakan pelanggaran HAM yang kompleks dan membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Untuk memperkuat perlindungan anak, dibutuhkan peran organisasi internasional dan masyarakat sipil dalam mendorong perubahan kebijakan, sistem, dan norma sosial. Dalam hal ini, UNICEF dan YHDO menjadi aktor penting melalui pendekatan berbasis HRBA. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan upaya kedua organisasi tersebut dalam menangani praktik Bacha Bazi. Penelitian ini menggunakan teori organisasi internasional dari Clive Archer yang mencakup fungsi sebagai instrumen, arena, dan aktor. Selain itu, pendekatan HRBA digunakan untuk menganalisis pemenuhan hak anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran UNICEF dan YHDO dapat dipahami melalui tiga fungsi organisasi internasional. Sebagai instrumen, keduanya menjalankan program perlindungan anak melalui penguatan sistem, peningkatan kapasitas, serta layanan langsung bagi korban. Sebagai arena, UNICEF memfasilitasi koordinasi antaraktor dalam menyusun strategi perlindungan anak. Sebagai aktor, UNICEF berperan dalam advokasi dan pembentukan agenda global, sementara YHDO mendorong perubahan sosial di tingkat komunitas. Meskipun upaya tersebut telah meningkatkan perlindungan anak, efektivitasnya masih terhambat oleh lemahnya penegakan hukum, budaya impunitas, faktor sosial dan budaya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan agar perlindungan anak dapat berjalan secara optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa penanganan praktik Bacha Bazi tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan hukum semata, melainkan kolaborasi antara organisasi internasional, organisasi masyarakat sipil, pemerintah, dan komunitas lokal. Kata Kunci: Bacha Bazi, Perlindungan Anak, UNICEF, YHDO, HRBA, Organisasi Internasional. The practice of Bacha Bazi as a form of sexual exploitation of boys in Afghanistan constitutes a complex human rights violation that requires attention from various stakeholders. To strengthen child protection, international organizations and civil society must play a role in promoting changes in policies, systems, and social norms. In this regard, UNICEF and YHDO serve as key actors through a Human Rights-Based Approach (HRBA). This study aims to analyze the roles and efforts of these two organizations in addressing the practice of Bacha Bazi. The study employs Clive Archer’s theory of international organizations, which encompasses functions as instruments, arenas, and actors. Additionally, the HRBA approach is used to analyze the fulfilment of children’s rights. The research method employed is descriptive qualitative, utilizing data collection techniques through literature review and documentation. Data analysis was conducted through the stages of data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that the roles of UNICEF and YHDO can be understood through the three functions of international organizations. As instruments, both implement child protection programs through system strengthening, capacity building, and direct services for victims. As arenas, UNICEF facilitates coordination among actors in developing child protection strategies. As an actor, UNICEF plays a role in advocacy and shaping the global agenda, while YHDO drives social change at the community level. Although these efforts have improved child protection, their effectiveness remains hindered by weak law enforcement, a culture of impunity, and social and cultural factors. Therefore, a more comprehensive and sustainable approach is needed to ensure child protection functions optimally. This study confirms that addressing Bacha Bazi practices cannot be achieved through a legal approach alone, but rather through collaboration between international organizations, civil society organizations, governments, and local communities. Keywords: Bacha Bazi, Child Protection, UNICEF, YHDO, HRBA, International Organizations.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional
Pengguna Deposit: 2605404309 Digilib
Date Deposited: 15 Jun 2026 06:20
Terakhir diubah: 15 Jun 2026 06:20
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100459

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir