Abel , Tiara Tri Mareta (2026) ADVOKASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA PADA KALANGAN REMAJA: STUDI DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI LAMPUNG. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (251Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULLL TANPA LAMPIRAN.pdf Restricted to Hanya staf Download (2971Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FULLL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2971Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penyalahgunaan narkotika pada kalangan remaja merupakan permasalahan sosial yang terus berkembang dan menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan generasi muda di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung yang tercatat berada di urutan kedelapan secara nasional dengan 1.738 kasus pada tahun 2024. Saat ini BNN Provinsi Lampung telah menjalankan berbagai program pencegahan, namun dalam upaya mewujudkan lingkungan remaja yang bebas dari narkotika tidaklah mudah, karena masih terdapat berbagai hambatan seperti keterbatasan koordinasi rutin antarinstansi, belum adanya indikator kinerja yang spesifik di tingkat daerah, serta konsistensi komitmen mitra yang belum sepenuhnya optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana advokasi kebijakan yang dilakukan oleh BNN Provinsi Lampung dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika pada kalangan remaja serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaannya, dengan mengacu pada model advokasi kebijakan Ramaditya Rahardian (2020) yang mencakup tiga tahapan utama yaitu pembentukan koalisi dan aliansi, diskusi dan penentuan strategi, serta evaluasi program dan konsolidasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advokasi kebijakan yang dijalankan BNN Provinsi Lampung belum sepenuhnya optimal. Hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa aspek yang belum berjalan secara maksimal, seperti pelaksanaan penyuluhan yang belum terjadwal secara rutin dan belum menjangkau seluruh kelompok sasaran, evaluasi dan konsolidasi yang belum didukung oleh indikator kinerja spesifik di tingkat daerah, serta faktor penghambat berupa keterbatasan sumber daya dan komitmen mitra yang belum konsisten dalam menindaklanjuti hasil program. Kata Kunci: Advokasi Kebijakan, Pencegahan, Penyalahgunaan Narkotika, Kalangan Remaja Narcotics abuse among adolescents is a social problem that continues to grow and poses a serious threat to the sustainability of the younger generation in Indonesia, including in Lampung Province, which ranked eighth nationally with 1,738 cases in 2024. BNN Lampung Province has currently implemented various prevention programs, however, realizing a narcotics-free environment for adolescents is not easy, as there are still various obstacles such as limited routine inter-agency coordination, the absence of specific performance indicators at the regional level, and partner commitment consistency that has not been fully optimal. The purpose of this study is to analyze how policy advocacy carried out by BNN Lampung Province in narcotics abuse prevention efforts among adolescents and to identify the inhibiting factors faced in its implementation, referring to Ramaditya Rahardian's (2020) policy advocacy model which includes three main stages, namely coalition and alliance building, discussion and strategy formulation, and program evaluation and consolidation. The research method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate that the policy advocacy carried out by BNN Lampung Province has not been fully optimal. This is due to several aspects that have not run maximally, such as counseling activities that have not been routinely scheduled and have not yet reached all target groups, evaluation and consolidation that have not been supported by specific performance indicators at the regional level, as well as inhibiting factors in the form of limited resources and inconsistent partner commitment in following up on program results. Keywords: Policy Advocacy, Prevention, Narcotics Abuse, Among Adolescents
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) 300 Ilmu sosial > 350 Administrasi publik dan ilmu militer |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Ilmu Administrasi Negara |
| Pengguna Deposit: | 2605016931 Digilib |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 06:24 |
| Terakhir diubah: | 15 Jun 2026 06:24 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100462 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
