PREDIKSI PERTUMBUHAN KOTA BANDAR LAMPUNG MENGGUNAKAN MODEL CELLULAR AUTOMATA (Tesis)

M. PANJI , AGUSTRI (2026) PREDIKSI PERTUMBUHAN KOTA BANDAR LAMPUNG MENGGUNAKAN MODEL CELLULAR AUTOMATA (Tesis). Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (7MB) | Preview
[img] Text
TESIS FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (8MB) | Preview

Abstract

Pertumbuhan Kota Bandar Lampung sebagai pusat kegiatan di Provinsi Lampung menyebabkan peningkatan kebutuhan ruang yang mendorong perubahan lahan tidak terbangun menjadi lahan terbangun. Perubahan tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian pemanfaatan ruang apabila tidak dikendalikan sesuai arahan tata ruang. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pola dan distribusi spasial pertumbuhan Kota Bandar Lampung, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menganalisis kesesuaian hasil pemodelan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandar Lampung Tahun 2021–2041. Penelitian menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner kepada pakar yang mewakili unsur akademisi, pemerintah, dan peneliti geospasial untuk menentukan bobot faktor pendorong dan pembatas menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Data sekunder meliputi data penutup lahan, jaringan jalan, pusat kegiatan, kawasan lindung, KP2B, dan RTRW Kota Bandar Lampung. Pemodelan pertumbuhan kota dilakukan menggunakan Cellular Automata dengan dua skenario, yaitu optimis dan pesimis. Kesesuaian hasil pemodelan terhadap RTRW dianalisis menggunakan metode overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga tahun 2041 luas lahan terbangun diproyeksikan meningkat dari 12.981,98 ha menjadi 14.510,54 ha pada skenario optimis dan 14.933,96 ha pada skenario pesimis. Pola pertumbuhan kota cenderung mengikuti koridor jalan utama dan pusat-pusat aktivitas serta berkembang ke wilayah pinggiran yang masih memiliki cadangan lahan. Tingkat kesesuaian lahan terbangun terhadap RTRW pada tahun 2041 mencapai 94,71% pada skenario optimis dan 91,05% pada skenario pesimis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan faktor pembatas berupa kawasan lindung dan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) efektif mengarahkan pertumbuhan kota agar tetap selaras dengan RTRW dan mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Kata kunci: Pertumbuhan Kota, Cellular Automata, Penutup Lahan, RTRW.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: ?? 600 ??
Divisions: ?? pasca_sarjana ??
Depositing User: 2605104827 Digilib
Date Deposited: 17 Jun 2026 01:27
Last Modified: 17 Jun 2026 01:27
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100525

Actions (login required)

View Item View Item