STUDI KUALITATIF FAKTOR-FAKTOR EFEKTIVITAS SISTEM KEWASPADAAN DINI DAN RESPON KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT

DESTI, PURNAMANINGSIH (2026) STUDI KUALITATIF FAKTOR-FAKTOR EFEKTIVITAS SISTEM KEWASPADAAN DINI DAN RESPON KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (243Kb) | Preview
[img] File PDF
2. TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2809Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2751Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) berperan dalam mendeteksi potensi KLB penyakit menular melalui laporan mingguan. Lonjakan kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2024, sebelumnya pada aplikasi SKDR, alert laporan suspect dengue yang terbaca lebih sedikit dari pada angka kejadian kasus DBD. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan faktorfaktor efektivitas SKDR kasus DBD di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilaksanakan bulan Oktober – Desember 2025 di tiga puskesmas dengan 14 informan menggunakan teknik purposive. Analisis data tematik dan dilakukan validasi dengan triangulasi. Komponen input: petugas memiliki tugas rangkap, keterbatasan dana, keterbatasan sarana dan prasarana (komputer, kendala jaringan internet dan gangguan sistem aplikasi web SKDR). Komponen proses: pengumpulan data yang berjenjang, puskesmas belum memiliki akses aplikasi web SKDR, entri data manual melalui WA, validasi data untuk verifikasi sinyal (alert), penyajian data dalam bentuk grafik, umpan balik melalui bulletin mingguan di grup WA, monitoring evaluasi dan tindaklanjut telah dilakukan sesuai prosedur. Efektivitas SKDR kasus DBD di Kabupaten Tulang Bawang Barat dipengaruhi oleh keterbatasan pendanaan, keterbatasan sarana prasarana, kompetensi petugas yang belum sesuai pendidikan, pelatihan yang belum merata menyebabkan pemahaman petugas yang berbeda-beda, pelaksana belum memahami apa yang harus dilaporkan, sehingga kasus yang sering dilaporkan adalah kasus yang sudah positif atau kasus yang sudah dirawat di rumah sakit, hal tersebut tidak sesuai dengan prinsip SKDR. Perlunya peningkatan kapasitas SDM, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, integrasi sistem pelaporan berbasis web ditingkat puskesmas dan mobile SDKR tingkat jaringan/jejaring, mendorong pelaporan berbasis gejala serta dukungan pendanaan. Kata Kunci : Kasus DBD, KLB, SKDR, Surveilans Epidemiologi

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S2-Magister Kesehatan Masyarakat
Pengguna Deposit: 2605741142 Digilib
Date Deposited: 17 Jun 2026 02:04
Terakhir diubah: 17 Jun 2026 02:04
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100596

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir