EKSPLORASI PENYEBAB RENDAHNYA CAPAIAN PEMBERIAN TERAPI PENCEGAHAN TUBERKULOSIS (TPT) PADA KONTAK SERUMAH DI KABUPATEN PRINGSEWU; STUDI KUALITATIF

HERLAMBANG , SUNENDAR (2026) EKSPLORASI PENYEBAB RENDAHNYA CAPAIAN PEMBERIAN TERAPI PENCEGAHAN TUBERKULOSIS (TPT) PADA KONTAK SERUMAH DI KABUPATEN PRINGSEWU; STUDI KUALITATIF. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (255Kb) | Preview
[img] File PDF
2. TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2395Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2163Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Meskipun capaian notifikasi kasus TB di Kabupaten Pringsewu tahun 2024 telah mencapai 95,3%, cakupan pemberian TPT pada kontak serumah masih rendah, yaitu 4,41%. Kesenjangan ini menunjukkan belum optimalnya pelaksanaan TPT dan mengindikasikan adanya hambatan yang perlu dieksplorasi melalui penelitian kualitatif. Tujuan penelitian mengeksplorasi faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan program TPT di Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Total Informan 15 orang yang terdiri dari 9 informan utama kontak serumah pasien TB, 3 kader, dan 3 petugas kesehatan puskesmas di wilayah Kabupaten Pringsewu yang dipilih secara purposive sampling. Penelitian dilakukan pada April-Mei 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan metode tematik dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 tema utama yang memengaruhi penerimaan TPT, yaitu: (1) persepsi kerentanan terhadap penularan TB, (2) persepsi keparahan penyakit TB, (3) persepsi manfaat TPT, (4) persepsi hambatan dalam penerimaan TPT, (5) isyarat untuk bertindak dalam penerimaan TPT, (6) efikasi diri dalam menjalani TPT, (7) faktor-faktor yang memodifikasi penerimaan atau penolakan TPT, dan (8) perilaku penerimaan atau penolakan TPT pada kontak serumah. Sedangkan hambatan utama penerimaan TPT adalah takut efek samping obat, merasa sehat sehingga tidak membutuhkan obat, lamanya durasi pengobatan, stigma sosial terhadap TB, serta kesulitan akses layanan dan pengambilan obat. Keputusan menerima TPT juga bersifat dinamis dan dapat berubah setelah edukasi berulang. Disimpulkan bahwa penerimaan TPT pada kontak serumah disebabkan oleh faktor individu, sosial, dan sistem layanan kesehatan yang belum optimal. Intervensi yang disarankan adalah penguatan edukasi berbasis keluarga, peningkatan peran kader, penyediaan regimen yang lebih praktis, kemudahan akses obat, serta kolaborasi berkelanjutan antara petugas kesehatan dan masyarakat guna meningkatkan cakupan TPT dan mencegah penularan TB di rumah tangga. Kata kunci: terapi pencegahan tuberkulosis, kontak serumah, persepsi, kader kesehatan.

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S2-Magister Kesehatan Masyarakat
Pengguna Deposit: 2605970252 Digilib
Date Deposited: 17 Jun 2026 03:42
Terakhir diubah: 17 Jun 2026 03:42
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100606

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir