ISMAIL NAHRI ALFAJRI , 1326021011 (2015) Interaksi Aktor dalam Perumusan Kebijakan Pemekaran Kampung di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2012-2013. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (38kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRACT.pdf Download (42kB) | Preview |
|
|
Text
COVER DALAM.pdf Download (41kB) | Preview |
|
|
Text
PERSETUJUAN.pdf Download (335kB) | Preview |
|
|
Text
PENGESAHAN.pdf Download (335kB) | Preview |
|
|
Text
PERYATAAN.pdf Download (178kB) | Preview |
|
|
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf Download (56kB) | Preview |
|
|
Text
PERSEMBAHAN.pdf Download (109kB) | Preview |
|
|
Text
MOTO.pdf Download (96kB) | Preview |
|
|
Text
SANWACANA.pdf Download (109kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (13kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR TABEL.pdf Download (7kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR GAMBAR.pdf Download (4kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (219kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (354kB) | Preview |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (157kB) | Preview |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (519kB) | Preview |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (368kB) |
||
|
Text
bab VI.pdf Download (46kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (143kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Desentralisasi yang diterapkan di Indonesia telah membawa konsekuensi munculnya aspirasi pembentukan wilayah otonom melalui pemekaran, termasuk di dalamnya pemekaran kampung. Demikian halnya pemekaran 14 kampung di Kabupaten Tulang Bawang Barat yang dilaksanakan tahun 2012-2013 dalam kerangka penataan kampung dan kecamatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktor yang terlibat dalam pemekaran 14 kampung di Kabupaten Tulang Bawang Barat, bentuk interaksi para aktor tersebut dan apa kepentingan mereka terhadap perumusan kebijakan pemekaran kampung. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan interview, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data atau penyederhanaan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prakarsa pemekaran kampung di Kabupaten Tulang Bawang Barat lebih didominasi oleh elit tingkat kampung yang berkeinginan untuk berkuasa di tingkat kampung maupun elit kabupaten yang memiliki program penataan wilayah. Perspektif kepentingan aktor menunjukan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat mentargetkan untuk membentuk 100 kampung dan 10 kecamatan. Namun baik eksekutif maupun legislatif sama-sama memiliki kepentingan untuk mengakomodasi keinginan konstituen yang menginginkan pemekaran kampung. Interaksi antar aktor menunjukkan terjadinya proses asosiatif, yaitu bentuk kerjasama dan persetujuan. Proses assosiatif ini terbentuk melalui cara kooptif oleh pemerintah daerah dengan membangun koalisi melalui satuan kerja dengan komisi dan fraksi yang mengarah pada terjadinya akomodasi oleh Pansus di DPRD. Nilai-nilai politis dan ekonomi sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan pemekaran. Pemekaran kampung merupakan kepentingan elit baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat kampung yang memiliki kekuatan politis yang potensial sehingga dalam proses perumusan kebijakan pemekaran kampung terjadi keberpihakan terhadap kepentingan elit, karena keberpihakan itu merupakan “investasi politik” maupun “modal legitimasi” bagi aktor kebijakan. Kata kunci : Pemekaran Kampung, Interaksi Aktor Kebijakan, Perumusan Kebijakan
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | A General Works = Karya Karya Umum J Political Science > J General legislative and executive papers J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Prodi Magister Ilmu Pemerintahan |
| Depositing User: | 5960399 . Digilib |
| Date Deposited: | 29 May 2015 09:21 |
| Last Modified: | 30 May 2015 02:45 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/10067 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
