STRUKTUR KOMUNITAS ARTHROPODA PERMUKAAN TANAH PADA EKOSISTEM PERTANIAN JAGUNG DESA WAY URANG KALIANDA LAMPUNG SELATAN

Muhammad, Nabil (2026) STRUKTUR KOMUNITAS ARTHROPODA PERMUKAAN TANAH PADA EKOSISTEM PERTANIAN JAGUNG DESA WAY URANG KALIANDA LAMPUNG SELATAN. FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img] File PDF
ABSTRAK.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (100Kb) | Minta salinan
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2392Kb) | Minta salinan
[img] File PDF
Skripsi tanpa pembahasan.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2280Kb) | Minta salinan

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Indonesia merupakan negara megabiodiversitas yang menyimpan banyak kekayaan fauna salah satunya arthropoda. Filum ini dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu arthropoda penghuni tajuk tanaman dan penghuni tanah. Arthropoda permukaan tanah terlibat dalam proses dekomposisi bahan organik, siklus nutrisi, regulasi aktivitas mikroba, dan bioturbasi yang penting bagi kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi genus serta menganalisis tingkat keanekaragaman arthropoda permukaan tanah pada pertanaman jagung di Desa Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan pada fase pra musim tanam dan fase vegetatif (30 HST). Penelitian ini dilaksanakan mulai Desember 2025 hingga Februari 2026. Metode penelitian ini menggunakan pitfall trap dan data dianalisis menggunakan indeks Shannon-Wiener (H’), kelimpahan relatif, kemerataan jenis (E), dominansi spesies (C), dan frekuensi relatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total arthropoda yang didapat sebanyak 1960 inidividu dari 44 genus, 35 famili, dan 12 ordo, yang pada fase pra musim tanam sebanyak 988 individu, 27 genus, 22 famili, dan 7 ordo sedangkan pada fase vegetatif (30 HST) didapatkan 972 individu, 38 genus, 29 famili, dan 12 Ordo. Indeks keanekaragaman termasuk dalam kategori sedang dengan nilai 1,116 pada fase pra musim tanam dan 1,827 pada fase vegetatif (30 HST), indeks kemerataan termasuk dalam kategori kurang merata dengan nilai 0,338 pada fase pra musim tanam dan 0,502 pada fase vegetatif (30 HST). Indeks dominansi termasuk dalam kategori rendah dengan nilai 0,476 pada fase pra musim tanam dan 0,280 pada fase vegetatif (30 HST). Kelimpahan relatif tertinggi ditemukan pada Solenopsis dengan nilai 62,9% pada fase pra musim tanam dan 44,8% pada fase vegetatif (30 HST). Frekuensi relatif yang konsisten tinggi di kedua fasenya ialah jenis Solenopsis, Dolichoderus, dan Carpophilus.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 500 ilmu pengetahuan alam dan matematika
500 ilmu pengetahuan alam dan matematika > 570 Biologi
Program Studi: FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) > Prodi S1 Biologi
Pengguna Deposit: 2605601573 Digilib
Date Deposited: 17 Jun 2026 07:17
Terakhir diubah: 17 Jun 2026 07:17
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100675

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir