ANALISIS PENGELOLAAN RETRIBUSI PERSETUJUAN BANGUNAN GEDUNG (PBG) MELALUI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BANGUNAN GEDUNG (SIMBG) DAN KETERPADUANNYA DENGAN TATA RUANG DI KOTA BANDAR LAMPUNG

ILMAH , NAHLANI (2026) ANALISIS PENGELOLAAN RETRIBUSI PERSETUJUAN BANGUNAN GEDUNG (PBG) MELALUI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BANGUNAN GEDUNG (SIMBG) DAN KETERPADUANNYA DENGAN TATA RUANG DI KOTA BANDAR LAMPUNG. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG .

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (65Kb) | Preview
[img] File PDF
TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3329Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (3325Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Perizinan bangunan gedung merupakan salah satu instrumen penting dalam pengendalian pemanfaatan ruang sekaligus sumber Pendapatan Asli Daerah melalui retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Pemerintah Indonesia mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG) sebagai platform digital untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan perizinan bangunan. Namun dalam praktiknya, implementasi SIMBG di beberapa daerah belum sepenuhnya optimal dan belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penerimaan daerah maupun kepatuhan terhadap tata ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan SIMBG di Kota Bandar Lampung, mengkaji pengaruh karakteristik pengguna terhadap penggunaan sistem, menganalisis kondisi penerimaan retribusi PBG sebelum dan sesudah penerapan SIMBG, serta merumuskan strategi pengembangan SIMBG dalam pengendalian tata ruang dan kesesuaiannya dengan dokumen rencana tata ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Analisis data meliputi analisis teks menggunakan perangkat lunak Orange, analisis perbandingan penerimaan retribusi sebelum dan sesudah SIMBG dengan uji Mann-Whitney, serta analisis strategi menggunakan metode SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIMBG di Kota Bandar Lampung telah meningkatkan transparansi dan kemudahan pelayanan perizinan, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti rendahnya pemahaman masyarakat terhadap sistem digital, keterbatasan sosialisasi, serta hambatan teknis dalam penggunaan sistem. Kondisi tersebut turut mempengaruhi tingkat permohonan PBG dan penerimaan retribusi daerah. Hasil analisis strategi menunjukkan beberapa alternatif strategi prioritas untuk pengembangan SIMBG, antara lain peningkatan kapasitas kelembagaan, penguatan sosialisasi kepada masyarakat, pengembangan fitur sistem, serta integrasi SIMBG dengan kebijakan penataan ruang. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan retribusi PBG sekaligus memperkuat fungsi SIMBG sebagai instrumen pengendalian tata ruang di Kota Bandar Lampung. Kata kunci: SIMBG, Persetujuan Bangunan Gedung, retribusi daerah, Pendapatan Asli Daerah, tata ruang. Building permit administration is an important instrument in controlling spatial utilization while also serving as a source of local revenue through Building Approval (PBG) retribution. The Indonesian government has developed the Building Management Information System (SIMBG) as a digital platform to improve efficiency, transparency, and accountability in building permit services. However, in practice, the implementation of SIMBG in several regions has not been fully optimal and has not significantly increased local revenue or compliance with spatial planning regulations. This study aims to analyze the implementation of SIMBG in Bandar Lampung City, examine the influence of user characteristics on system utilization, analyze the condition of PBG retribution revenue before and after the implementation of SIMBG, and formulate strategies for developing SIMBG in spatial control and its conformity with spatial planning documents. This research employs a mixed-method approach using both quantitative and qualitative descriptive analysis. The data analysis includes text analysis using the Orange software, comparison analysis of retribution revenue before and after SIMBG implementation using the Mann–Whitney test, and strategic analysis using SWOT and the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results indicate that the implementation of SIMBG in Bandar Lampung has improved transparency and accessibility in licensing services; however, several challenges remain, including limited public understanding of the digital system, insufficient socialization, and technical constraints in system utilization. These conditions affect the number of PBG applications and the level of regional retribution revenue. The strategic analysis identifies several priority strategies for SIMBG development, including strengthening institutional capacity, improving public outreach and socialization, enhancing system features, and integrating SIMBG with spatial planning policies. These strategies are expected to improve the effectiveness of PBG retribution management while strengthening the role of SIMBG as an instrument for spatial planning control in Bandar Lampung City. Keywords: SIMBG, Building Approval, local retribution, regional revenue, spatial planning.

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan)
Program Studi: FAKULTAS TEKNIK (FT) > Prodi S1-Teknik Kimia
Pengguna Deposit: 2605668107 Digilib
Date Deposited: 18 Jun 2026 02:44
Terakhir diubah: 18 Jun 2026 02:44
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100750

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir