RUDIYANSYAH, - (2026) KONSTRUKSI MAKNA PROFESIONALISME DALAM RELASI HUMAS DAN JURNALIS PADA PRAKTIK MEDIA RELATIONS DI INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (1387Kb) | Preview |
|
|
File PDF
TESIS FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1652Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
TESIS FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1651Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penelitian ini mengkonstruksi makna profesionalisme humas dari sudut pandang jurnalis dalam praktik media relations di Institut Teknologi Sumatera. Praktik media relations memegang peran penting dalam membangun dan menjaga reputasi, mengomunikasikan program, serta menjembatani komunikasi antara kampus dan masyarakat luas. Namun, dalam praktik media relations, hubungan antara humas dan jurnalis tidak selalu berjalan harmonis karena adanya perbedaan peran dan kepentingan. Humas berperan sebagai representasi institusi sekaligus penjaga reputasi, sementara jurnalis merupakan pencari informasi publik yang independen. Kondisi ini kerap memunculkan ketegangan peran hingga terjadi negosiasi kepentingan yang membentuk makna profesionalisme.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap Kepala Humas Itera serta sepuluh jurnalis dari berbagai platform media, baik lokal maupun nasional, dan narasumber ahli, yaitu Ketua Aliansi Jurnalis Independen Bandar Lampung. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan landasan Teori Konstruksi Realitas Sosial Berger dan Luckmann serta Teori Peran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme humas dalam praktik media relations dikonstruksi oleh jurnalis melalui dimensi responsivitas, akurasi dan kredibilitas informasi, keterbukaan, serta penghormatan terhadap independensi jurnalis. Profesionalisme tidak sebatas kemampuan teknis dalam penyampaian informasi, tetapi juga mencakup kemampuan humas dalam mengelola konflik peran, menjaga hubungan media, serta menyesuaikan diri terhadap kebutuhan jurnalis tanpa mengabaikan kepentingan institusi. Penelitian ini menghasilkan model komunikasi responsif-adaptif sebagai representasi praktik profesionalisme humas dalam media relations. Pada akhirnya, profesionalisme humas merupakan hasil konstruksi sosial yang terbentuk melalui interaksi, pengalaman, dan negosiasi makna antara humas dan jurnalis yang terus berlangsung. Kata kunci: Profesionalisme Humas, Media Relations, Jurnalis This study examines the construction of meaning of professionalism from journalists’ perspectives in media relations practices at the Institut Teknologi Sumatera (Itera). Media relations play a vital role in building and maintaining institutional reputation, communicating programs, and bridging communication between universities and public. However, relationships between public relations practitioners and journalists are not always harmonious due to differing roles and interests. Public relations professionals represent and protect institutional reputation, while journalists act as independent seekers of public information. This dynamic often generates role tensions and negotiations that shape the meaning of professionalism. This research employs a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interview with the Head of Public Relations of Itera, ten journalists from various local and national media platforms, and the Chair of the Alliance of Independent Journalists (AJI) Bandar Lampung. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, grounded in Berger and Luckmann’s Social Construction of Reality theory and Role Theory. The findings reveal that public relations professionalism is constructed through responsiveness, accuracy and credibility of information, openness, and respect for journalistic independence. Professionalism extends beyond technical communication skills to include the ability to manage role conflicts, maintain media relationships, and adapt to journalists’ needs without compromising institutional interests. This study proposes a responsive-adaptive communication model to represent professional media relations practices. Ultimately, public relations professionalism emerges as a social construct shaped by continuous interaction, experience, and negotiation between public relations practitioners and journalists. Keywords: Public Relations Professionalism, Media Relations, Journalists
| Jenis Karya Akhir: | Tesis (Masters) |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S2-Magister Ilmu Pemerintahan |
| Pengguna Deposit: | 2605772304 Digilib |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 06:19 |
| Terakhir diubah: | 18 Jun 2026 06:19 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100770 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
