NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT LAMPUNG DUA CERITA TANGGAMUS TEMPO DULU: BANDAR NEGERI SEMUONG DAN MANTRA TELUK SEMAKA SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI SMA

SINDI, SILFIYANI (2026) NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT LAMPUNG DUA CERITA TANGGAMUS TEMPO DULU: BANDAR NEGERI SEMUONG DAN MANTRA TELUK SEMAKA SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI SMA. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (265Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL BAB.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1592Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1357Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Cerita rakyat sebagai bagian dari khazanah sastra daerah mengandung nilai budaya yang merefleksikan pandangan hidup, norma, adat istiadat, serta sikap hidup masyarakat pendukungnya. Namun, pemanfaatan cerita rakyat sebagai sumber pembelajaran sastra di sekolah masih relatif terbatas, sehingga potensi nilai budaya yang terkandung di dalamnya belum dimanfaatkan secara optimal dalam proses pendidikan. Di sisi lain, kajian mengenai nilai budaya dalam cerita rakyat Lampung, khususnya Dua Cerita Tanggamus Tempo Dulu: Bandar Negeri Semuong dan Mantra Teluk Semaka, masih belum dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut serta implikasinya terhadap pembelajaran Sastra Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Sumber data berupa teks cerita rakyat Lampung Dua Cerita Tanggamus Tempo Dulu: Bandar Negeri Semuong dan Mantra Teluk Semaka yang dibukukan oleh Kantor Bahasa Provinsi Lampung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan cara membaca secara cermat, menandai, dan mengklasifikasikan kutipan yang mengandung nilai budaya. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua cerita rakyat tersebut mengandung nilai budaya berupa nilai religius, etika, dan sosial. Ditemukan 93 data nilai budaya yang terdiri atas 45 data nilai etika, 28 data nilai religius, dan 20 data nilai sosial, dengan nilai etika sebagai nilai yang paling dominan. Hasil penelitian ini diimplikasikan pada pembelajaran Sastra Indonesia di SMA, khususnya materi teks hikayat kelas X Kurikulum Merdeka. Temuan ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Lampung relevan digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung pembentukan karakter dan apresiasi budaya lokal.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 400 Bahasa > 407 Pendidikan, riset dan topik terkait tentang Bahasa
700 Seni, seni rupa, kesenian > 707 Pendidikan, penelitian, topik terkait bidang kesenian dan karya seni
800 Kesusastraan, retorika, dan kritikan > 807 Pendidikan, riset penelitian dan topik terkait kesusastraan
800 Kesusastraan, retorika, dan kritikan > 808 Retorik, retorika dan kumpulan karya sastra
800 Kesusastraan, retorika, dan kritikan > 809 Sejarah, deskripsi, dan penilaian kritis tentang kesusastraan
800 Kesusastraan, retorika, dan kritikan > 890 Kesusastraan dari bahasa tertentu dan rumpun bahasa lainnya
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Pengguna Deposit: 2605801801 Digilib
Date Deposited: 18 Jun 2026 07:58
Terakhir diubah: 18 Jun 2026 07:58
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100800

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir