ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KAKAO DI KECAMATAN KEDONDONG KABUPATEN PESAWARAN

Fadhil, Arief Dharmawan (2026) ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KAKAO DI KECAMATAN KEDONDONG KABUPATEN PESAWARAN. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (252Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2814Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2298Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial, sensitivitas dan menyusun strategi pengembangan usahatani kakao rakyat pada sistem monokultur dan tumpangsari di Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran. Penelitian dilakukan dengan metode survei sampel yang terdiri dari 51 petani kakao di Desa Pesawaran dan Desa Tempel Rejo. Analisis finansial menggunakan kriteria investasi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Gross B/C, Net B/C, dan Payback Period (PP) pada umur ekonomis 25 tahun dengan tingkat diskonto 6 persen. Strategi pengembangan disusun dengan menganalisis faktor internal dan eksternal menggunakan pendekatan matriks SWOT dan Matriks QSPM untuk penentuan strategi prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kakao monokultur layak secara finansial dengan NPV Rp343.889.046, IRR 19,51 persen, Gross B/C 2,48, Net B/C 3,42, dan PP 7,16 tahun. Sistem tumpangsari menunjukkan kelayakan yang lebih tinggi dengan NPV Rp387.737.729,24, IRR 20,73 persen, Gross B/C 2,53, Net B/C 3,73, dan PP 6,83 tahun. Analisis sensitivitas menunjukkan usahatani kakao memiliki batas toleransi terhadap perubahan variabel-variabel kunci, pada tanaman kakao monokultur batas kenaikan biaya produksi sebesar 149%, penurunan harga jual sebesar 63%, dan penurunan produksi sebesar 63%. Sistem tumpang sari sensitivitas menunjukkan kemampuan toleransi yang lebih tinggi yaitu kenaikan biaya produksi sebesar 155%, penurunan harga jual sebesar 72%, dan penurunan produksi sebesar 72%. Strategi pengembangan yang menjadi prioritas usahatani kakao terbagi menjadi dua, yaitu strategi jangka pendek (<5 tahun), (a) Penguatan mutu produksi melalui pelaihan dan kebijakan subsidi, (b) Peningkatan efesiensi melalui pemanfaaatan TKDK dan penerapan budidaya tepan guna, (c) pemanfaatan keunggulan internal guna mempertahankan usahatani tetap produktif dan kompetitif. Strategi jangka panjang (>5 tahun), yaitu (a) Optimalisasi lahan melalui grafting dan replanting untuk meningkatkan produktivitas kakao, (b) Grafting dan replanting tanaman tua untuk memenuhi permintaan pasar, (c) Peremajaan tanaman dan pengendalian hama untuk mengurangi risiko iklim dan menjaga produktivitas. Kata Kunci: kakao rakyat, finansial, sensitivitas, strategi pengembangan

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S1 Agribisnis
Pengguna Deposit: 2605969246 Digilib
Date Deposited: 18 Jun 2026 08:09
Terakhir diubah: 18 Jun 2026 08:09
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100801

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir