Amelia Putri, Anggraeni (2026) IDENTIFIKASI SISTEM PANASBUMI BONJOL, SUMATERA BARAT BERDASARKAN ANALISIS METODE GAYABERAT DAN MAGNETOTELURIK. FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf Download (214Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (5Mb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2935Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Daerah Bonjol, Sumatera Barat merupakan wilayah yang berada pada zona Sesar Sumatera dan memiliki manifestasi panasbumi berupa mata air panas, sehingga berpotensi sebagai daerah prospek panasbumi. Identifikasi sistem panasbumi di daerah ini dilakukan melalui integrasi metode Gayaberat dan Magnetotelurik (MT). Penelitian diawali dengan perbandingan data anomali gayaberat hasil pengukuran langsung dengan data GGMPlus untuk menganalisis kesesuaian pola anomali dan representasi struktur geologi bawah permukaan. Analisis data Gayaberat dilakukan untuk analisis derivative menggunakan First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD), serta pemodelan inversi 3D untuk mengidentifikasi distribusi densitas bawah permukaan. Sementara itu, data Magnetotelurik diolah melalui tahapan robust processing, koreksi static shift, dan inversi 2D untuk memperoleh distribusi resistivitas bawah permukaan. Hasil analisis menunjukkan keterkaitan kuat antara struktur geologi dan sistem panasbumi, di mana Sesar Normal Alahanmati, Sesar Normal Padang Baru, dan Sesar Normal Takis berperan sebagai jalur migrasi fluida hidrotermal sekaligus mengontrol kemunculan manifestasi di permukaan. Pemodelan 3D gayaberat mengindikasikan densitas 1,0–2,8 g/cc, dengan densitas rendah sebagai reservoar akibat rekahan dan alterasi, serta densitas tinggi sebagai basement. Data MT menunjukkan caprock beresistivitas rendah (0–12 Ωm), reservoar sedang (12–78 Ωm), dan basement tinggi (>78 Ωm). Secara keseluruhan, sistem diinterpretasikan sebagai tipe outflow, dengan Sesar Normal Alahanmati sebagai zona recharge dan Sesar Normal Padang Baru sebagai zona discharge. Fluida meteoritik dipanaskan pada kedalaman >3000 m, tertahan caprock, lalu mengalir lateral dan naik melalui sesar, menghasilkan manifestasi bersuhu 49–88°C, pH mendekati netral, serta endapan travertin akibat proses pendinginan dan evolusi fluida.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 500 ilmu pengetahuan alam dan matematika > 550 Ilmu bumi dan geologi 600 Teknologi (ilmu terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan |
| Program Studi: | FAKULTAS TEKNIK (FT) > Prodi S1-Teknik Geofisika |
| Pengguna Deposit: | 2605517659 Digilib |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 01:34 |
| Terakhir diubah: | 19 Jun 2026 01:34 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100843 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
