Walad, Khairamuzad (2026) Pengaruh Financial Distress & Komite Tata Kelola Terhadap Pengungkapan Sustainable Development Goals (SDGs): Analisis Komparatif Pada Perusahaan Manufaktur & Jasa di Indonesia. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (192Kb) | Preview |
|
|
File PDF
THESIS FULL (1).pdf Restricted to Hanya staf Download (3118Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
THESIS FULL TANPA BAB PEMBAHASAN (1).pdf Download (3013Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Tingkat Kesulitan Keuangan (Financial Distress) dan Keberadaan Komite Dewan terhadap Pengungkapan Sustainable Development Goals (SDGs), serta melihat perbedaan intensitas pengungkapan tersebut antara sektor industri manufaktur dan jasa. Populasi dalam penelitian ini mencakup perusahaan-perusahaan yang terdaftar di IDX ESG Leaders selama tahun 2021-2024 dengan total sampel akhir sebanyak 120 observasi setelah melalui tahapan seleksi data. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis regresi linier berganda dan uji komparatif Independent Sample t-test dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Financial Distress yang diproksikan melalui Altman Z''-Score memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pengungkapan SDGs. Hal ini membuktikan Slack Resources Theory di mana stabilitas dan kesehatan finansial menjadi prasyarat utama bagi manajemen dalam mengalokasikan sumber daya untuk aktivitas pengungkapan sosial-lingkungan sukarela. Sebaliknya, Keberadaan Komite Dewan ditemukan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Pengungkapan SDGs. Kondisi tersebut mengindikasikan fenomena tokenism di mana pembentukan komite tata kelola baru sebatas pemenuhan formalitas regulasi bursa (formalistic compliance) dan pengawasannya masih berorientasi kaku pada kepentingan pemegang saham (shareholder-orientation) dibanding pemangku kepentingan secara luas. Selanjutnya, hasil uji beda mengonfirmasi adanya perbedaan Pengungkapan SDGs yang signifikan antara sektor industri manufaktur dan jasa. Berdasarkan nilai deskriptif rata-rata (Mean), sektor jasa mencatatkan indeks pengungkapan yang lebih tinggi (0,6693) daripada sektor manufaktur (0,6144). Melalui lensa Signaling Theory, karakteristik sektor jasa yang sangat bergantung pada aset tidak berwujud berupa reputasi mendorong manajemen memberikan sinyal akuntabilitas moral yang lebih kuat lewat kerangka SDGs demi menarik minat konsumen modern dan investor berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance).
| Jenis Karya Akhir: | Tesis (Masters) |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 330 Ekonomi 300 Ilmu sosial > 330 Ekonomi > 332 Ekonomi keuangan |
| Program Studi: | FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS (FEB) > Prodi S2-Magister Ilmu Akuntansi |
| Pengguna Deposit: | 2605295678 Digilib |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 07:38 |
| Terakhir diubah: | 19 Jun 2026 07:50 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100884 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
