MULYADI , . (2026) INOVASI SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KOMUNITAS STUDI PADA PAYUNGI METRO LAMPUNG. [Disertasi]
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (243Kb) | Preview |
|
|
File PDF
DISERTASI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (3277Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
DISERTASI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1555Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Value-Embedded Social Innovation– Pancadaya (VESI–Pancadaya) sebagai kerangka konseptual pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi sosial yang menjelaskan mekanisme transformasi dari integrasi nilai menuju keberlanjutan multidimensi komunitas dalam konteks sub/peri-urban. Studi dilakukan pada Komunitas Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi), Kota Metro, Lampung, yang berhasil mempertahankan keberlanjutan inovasi sosial selama lebih dari tujuh tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap dua belas informan kunci, observasi partisipatif, dokumentasi, dan studi arsip. Analisis dilakukan secara tematik melalui proses reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual dengan triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan Payungi dibangun melalui integrasi nilai spiritual, sosial, dan ekonomi yang membentuk modal sosial komunitas. Modal sosial yang berkembang dalam bentuk bonding (ikatan internal), bridging (jembatan antarkelompok), dan linking (hubungan vertikal) ditransformasikan melalui trust (kepercayaan), collective efficacy (efikasi kolektif), dan collaborative learning (pembelajaran kolaboratif) menjadi kapasitas inovasi kolektif. Kapasitas ini memungkinkan komunitas menghasilkan inovasi sosial secara berkelanjutan dan mewujudkan keberlanjutan multidimensi yang mencakup aspek spiritual, sosial, ekonomi, kultural, kelembagaan, dan lingkungan. Penelitian ini menghasilkan Model VESI–Pancadaya yang menjelaskan keberlanjutan komunitas sebagai hasil interaksi tiga lapisan. Lapisan pertama menunjukkan bahwa integrasi nilai spiritual, sosial, dan ekonomi membentuk modal sosial yang berkembang menjadi kepercayaan, efikasi kolektif, pembelajaran kolaboratif, dan kapasitas inovasi kolektif yang menghasilkan keberlanjutan multidimensi. Lapisan kedua menjelaskan lintasan perkembangan komunitas melalui konsep Pancadaya, yaitu Pengetahuan, Pergerakan, Pengorbanan, Kebudayaan, dan Kesejahteraan. Lapisan ketiga terdiri atas tujuh prinsip PKIM-SIS yang mengarahkan seluruh proses. Ketiga lapisan tersebut dipengaruhi oleh faktor institusional, relasional, dan kultural, serta bermuara pada terwujudnya komunitas yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan. Kata Kunci: inovasi sosial, pemberdayaan masyarakat, modal sosial, keberlanjutan multidimensi, VESI–Pancadaya, komunitas Payungi. This study aims to develop the Value-Embedded Social Innovation–Pancadaya (VESI– Pancadaya) Model as a conceptual framework for social innovation-based community empowerment. The model explains the transformation mechanism through which value integration leads to multidimensional community sustainability within a sub-/peri-urban context. The study was conducted in the Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) Community in Metro City, Lampung, Indonesia, a community that has successfully sustained its social innovation initiatives for more than seven years. This research employed a qualitative approach using a case study strategy. Data were collected through in-depth interviews with twelve key informants, participant observation, document analysis, and archival studies. Data analysis was conducted thematically through processes of data reduction, categorization, interpretation, and conceptual synthesis, supported by source, method, and theory triangulation. The findings reveal that Payungi’s sustainability is rooted in the integration of spiritual, social, and economic values, which collectively shape the community’s social capital. Social capital, manifested through bonding, bridging, and linking relationships, is transformed through trust, collective efficacy, and collaborative learning into collective innovation capacity. This capacity enables the community to continuously generate social innovations and achieve multidimensional sustainability encompassing spiritual, social, economic, cultural, institutional, and environmental dimensions. The study proposes the VESI–Pancadaya Model, which conceptualizes community sustainability as the outcome of interactions among three interconnected layers. The first layer describes the social transformation mechanism, in which the integration of spiritual, social, and economic values fosters social capital that evolves into trust, collective efficacy, collaborative learning, and collective innovation capacity, ultimately leading to multidimensional sustainability. The second layer explains the community development trajectory through the Pancadaya framework, consisting of Knowledge, Mobilization, Sacrifice, Culture, and Well-being. The third layer comprises seven PKIM-SIS design principles that guide the entire process. These three layers operate within institutional, relational, and cultural contextual factors and collectively contribute to the emergence of empowered, self-reliant, and sustainable communities. Keywords: social innovation, community empowerment, social capital, multidimensional sustainability, VESI–Pancadaya, Payungi Community.
| Jenis Karya Akhir: | Disertasi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S3-Doktor Studi Pembangunan |
| Pengguna Deposit: | 2605977044 Digilib |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 03:30 |
| Terakhir diubah: | 19 Jun 2026 03:30 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100933 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
