DHEA , CANTIKA NINGRUM (2026) KEPENTINGAN NASIONAL TIONGKOK DALAM KEBIJAKAN NATIONAL SWORD. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. Abstrak.pdf Download (134Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. Skripsi Full.pdf Restricted to Hanya staf Download (3487Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. Skripsi Tanpa Pembahasan.pdf Download (3810Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Tiongkok merupakan salah satu negara yang menjadi top tier importir limbah global. Hingga 2017 Tiongkok masih menjadi importir limbah global, dan menjadi negara tujuan utama bagi beberapa negara untuk mengekspor limbahnya. Setidaknya ada 43 negara yang mengekspor limbah ke Tiongkok. Pada 2016, tercatat 45% limbah global yang diserap Tiongkok. Karena limbah yang melebihi Oleh karena itu, Tiongkok mengesahkan kebijakan National Sword pada 1 Januari 2018. Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan mengenai apa kepentingan nasional yang dimiliki Tiongkok dalam kebijakan National Sword ini. Penelitian ini menggunakan teori realisme serta konsep kepentingan nasional, untuk dapat mengkaji lebih dalam terkait kepentingan nasional Tiongkok. Serta menjelaskan upaya yang dilakukan oleh Tiongkok dalam kacamata realisme dan kepentingan nasional. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang didukung dengan data sekunder yang di ambil dari situs resmi kementerian lingkungan hidup Tiongkok, berita resmi Tiongkok seperti Xinhua news, buku, artikel, dan jurnal terkait, WTO, dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepentingan nasional Tiongkok meliputi kepentingan keamanan, ekonomi, kepentingan ideologi, serta kepentingan tata dunia. Limbah impor dianggap sebagai ancaman bagi stabilitas keamanan, ekonomi negara sehingga Tiongkok memberlakukan kebijakan National Sword. Sebagai upaya penyelesaian persoalan ini, dan mengubah sistim pengelolaan limbahnya. Kata kunci: kebijakan National Sword, limbah, impor, kepentingan nasional,Tiongkok
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
