DIANA, NURTIKA (2026) UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN ANAK OLEH ANAK (Studi Pada Polresta Bandar Lampung). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (231Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2187Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1993Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Tindak pidana pemerkosaan anak yang dilakukan oleh anak merupakan permasalahan serius dalam penegakan hukum di Indonesia, khususnya di wilayah Kota Bandar Lampung. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga dampak psikologis yang mendalam bagi korban, serta menunjukkan adanya penyimpangan perilaku pada anak sebagai pelaku. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, angka kekerasan terhadap anak di Provinsi Lampung pada tahun 2025 tergolong tinggi, dengan Kota Bandar Lampung sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi. Kondisi ini menunjukkan perlunya peran aktif kepolisian dalam menanggulangi tindak pidana tersebut secara efektif. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya kepolisian dalam menanggulangi tindak pidana pemerkosaan anak oleh anak serta apa saja faktor penghambat yang dihadapi dalam penanggulangannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Data diperoleh dari sumber data primer melalui wawancara dan data sekunder melalui studi kepustakaan. Narasumber dalam penelitian ini terdiri dari Penyidik Unit PPA Polresta Bandar Lampung dan Petugas LPKA Kelas II Bandar Lampung serta akademisi bagian Hukum Pidana FH Unila. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa upaya kepolisian dalam menanggulangi tindak pidana pemerkosaan anak oleh anak dilakukan melalui jalur penal dan non-penal. Upaya penal dilaksanakan melalui proses penyidikan, penangkapan, penahanan, hingga pelimpahan perkara ke kejaksaan. Sementara itu, upaya non-penal dilakukan melalui langkah pre-emtif melalui penyuluhan hukum dan pembinaan kepada masyarakat, serta upaya preventif melalui kerja sama dengan pihak sekolah, masyarakat dan keluarga untuk pengawasan pencegahan kejahatan.Diana Nurtika Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya kepolisian dalam menanggulangi tindak pidana pemerkosaan anak oleh anak serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat yang dihadapi dalam penanggulangannya. Saran dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan koordinasi antara aparat penegak hukum, pemerintah, lembaga pendidikan, serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan tindak pidana pemerkosaan anak. Selain itu, pemerintah daerah hendaknya mengalokasikan dana untuk peningkatan fasilitas kepolisian di daerah terpencil agar tidak ada ketimpangan fasilitas di kota dan daerah terpencil. Upaya preventif juga harus dilakukan dengan melibatkan keluarga, masyarakat, dan institusi pendidikan untuk mencegah faktor pemicu kejahatan seksual pada anak serta penghapusan stigma sosial terhadap anak yang berhadapan dengan hukum untuk mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial anak secara optimal untuk meminimalisir terjadinya kejahatan serupa di masa mendatang. Kata Kunci: Kepolisian, Pemerkosaan, Anak.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum > 345 Hukum pidana |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum |
| Pengguna Deposit: | 2605479149 Digilib |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 02:08 |
| Terakhir diubah: | 19 Jun 2026 02:08 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101032 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
