ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG

DWI, SERIANI MANULLANG (2026) ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (351kB) | Preview
[img] Text
2. TESIS FULL .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
3. TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih signifikan di Indonesia, khususnya di wilayah endemis seperti Pesawaran. Wilayah kerja Puskesmas Hanura masih menunjukkan adanya kasus malaria yang dipengaruhi faktor demografi, perilaku, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran tahun 2025. Penelitian menggunakan desain case-control dengan pendekatan kuantitatif pada November 2025–Januari 2026. Sampel berjumlah 226 responden yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia berhubungan signifikan dengan kejadian malaria (p=0,006; OR=2,329; 95% CI: 1,301–4,170). Faktor perilaku yang berhubungan signifikan yaitu penggunaan kelambu (p=0,016; OR=2,001; 95% CI: 1,172–3,417), penggunaan obat nyamuk (p=0,002; OR=2,951; 95% CI: 1,527–5,704), dan penggunaan kawat kasa (p=0,008; OR=2,122; 95% CI: 1,248–3,608). Faktor lingkungan yang berhubungan signifikan adalah keberadaan tambak (p<0,001; OR=2,711; 95% CI: 1,450–5,069). Jenis kelamin dan aktivitas keluar malam tidak berhubungan signifikan. Faktor dominan adalah keberadaan tambak (p=0,001; OR=2,892; 95% CI: 1,574–5,316). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan dan perilaku memiliki peranan penting terhadap kejadian malaria, terutama keberadaan tambak sebagai faktor risiko paling dominan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian malaria secara terpadu melalui pengelolaan lingkungan tambak, pengurangan potensi tempat perindukan nyamuk, serta peningkatan perilaku pencegahan seperti penggunaan kelambu, obat nyamuk, dan kawat kasa secara konsisten guna menurunkan risiko penularan malaria di wilayah endemis. Kata kunci: faktor risiko, keberadaan tambak, lingkungan, malaria, perilaku

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: ?? 610 ??
Divisions: ?? mgs_keshtn_masyarakat ??
Depositing User: 2605106932 Digilib
Date Deposited: 19 Jun 2026 07:08
Last Modified: 19 Jun 2026 07:08
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101036

Actions (login required)

View Item View Item