STUDI PENGARUH SUHU PEMANASAN PADA PROSES PIROLISIS ASAP CAIR DARI CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI INHIBITOR KERAK KALSIUM SULFAT (CaSO4) MENGGUNAKAN METODE UNSEEDED EXPERIMENT

KADEK , WENDI SEPTIANI (2026) STUDI PENGARUH SUHU PEMANASAN PADA PROSES PIROLISIS ASAP CAIR DARI CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI INHIBITOR KERAK KALSIUM SULFAT (CaSO4) MENGGUNAKAN METODE UNSEEDED EXPERIMENT. FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (227Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3582Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2657Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Kerak kalsium sulfat (CaSO₄) merupakan salah satu permasalahan utama dalam sistem perpipaan industri karena dapat menurunkan efisiensi perpindahan panas dan menghambat laju aliran fluida, sehingga diperlukan inhibitor yang efektif dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas asap cair cangkang kelapa sawit sebagai green inhibitor pembentukan kerak CaSO₄ menggunakan metode unseeded experiment dengan variasi suhu pirolisis 300, 400, dan 500 °C, konsentrasi larutan pertumbuhan 0,02; 0,03; 0,04; dan 0,05 M, serta konsentrasi inhibitor 100, 125, dan 150 ppm. Karakterisasi kerak CaSO₄ dilakukan menggunakan SEM, XRD, dan PSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair hasil pirolisis pada suhu 400 °C memberikan efektivitas penghambatan tertinggi sebesar 91,54% pada konsentrasi larutan 0,02 M dengan inhibitor 150 ppm, dengan urutan performa inhibisi 400 °C > 500 °C > 300 °C. Hasil ini semakin diperkuat melalui pengujian kupon logam dengan nilai efektivitas mencapai 97,80%, mengonfirmasi potensi asap cair cangkang kelapa sawit sebagai inhibitor kerak yang signifikan. Analisis SEM menunjukkan bahwa kerak CaSO₄ dengan penambahan inhibitor berubah menjadi lebih kecil, rapuh, dan tidak beraturan dibandingkan kerak tanpa inhibitor. Analisis XRD mengonfirmasi bahwa fase gipsum dan bassanit tetap terbentuk pada kedua kondisi tanpa dan dengan inhibitor, namun intensitas puncak difraksi menurun pada sampel dengan inhibitor. Analisis PSA menunjukkan adanya penurunan ukuran partikel kerak setelah penambahan inhibitor, yakni nilai rata-rata (mean) menurun dari 7470,2 nm menjadi 6699,8 nm dan nilai tengah (median) menurun dari 7031,8 nm menjadi 6730,2 nm, sehingga disimpulkan bahwa inhibitor asap cair cangkang kelapa sawit mampu menghambat pertumbuhan kerak kalsium sulfat CaSO₄. Kata Kunci: asap cair, cangkang kelapa sawit, CaSO₄, inhibitor ,kerak

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 500 ilmu pengetahuan alam dan matematika
Program Studi: FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) > Prodi S1 Kimia
Pengguna Deposit: 2605609008 Digilib
Date Deposited: 19 Jun 2026 09:14
Terakhir diubah: 19 Jun 2026 09:14
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101081

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir