PERAN ASOSIASI ANTI-OPIUMVEREENIGING (AOV) DALAM UPAYA PENGENDALIAN PENGGUNAAN CANDU DI MASYARAKAT PULAU JAWA, 1930-1941

IMELIA , PUTRI WARDIYANTI (2026) PERAN ASOSIASI ANTI-OPIUMVEREENIGING (AOV) DALAM UPAYA PENGENDALIAN PENGGUNAAN CANDU DI MASYARAKAT PULAU JAWA, 1930-1941. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK IMELIA.pdf

Download (291Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL TANPA LAMPIRAN IMELIA.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3965Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA PEMBAHASAN IMELIA.pdf

Download (3963Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Pasca mendapatkan hak monopoli perdagangan candu di Pulau Jawa pada tahun 1677, VOC dengan di bawah kendali pemerintah Hindia Belanda memberlakukan legalitas penggunaan candu dengan menerapkan sistem perdagangan Opiumpacht dan Opiumregie. Masifnya penggunaan candu secara legal yang terintegrasi dengan sistem kolonial perlahan menjadikan Pulau Jawa sebagai klaster pemadat dan memicu permasalahan sosial, yang mana organisasi gerakan anti-candu seperti Asosiasi Anti-Opiumvereeniging (AOV) muncul dengan serangkaian upaya persuasif yang dilakukan untuk merehabilitasi masyarakat tergolong pemadat serta menekan timbulnya pemadat baru di Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran Asosiasi AntiOpiumvereeniging (AOV) dalam upaya pengendalian penggunaan candu di masyarakat Pulau Jawa pada tahun 1930-1941. Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis dengan empat tahapan utama, yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, serta historiografi. Untuk menganalisis serangkaian upaya pengendalian candu yang dilakukan Asosiasi Anti-Opiumvereeniging (AOV), penelitian ini menerapkan Teori Kontrol Sosial Travis Hirschi yang menjelaskan penyimpangan disebabkan oleh melemahnya elemen ikatan sosial individu serta adanya kekosongan pengendalian dalam lingkungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan Asosiasi Anti-Opiumvereeniging (AOV) melakukan tiga upaya pengendalian candu yang terdiri atas propaganda anticandu, pengadaan Pusat Layanan Keperawatan Komunitas, serta pendirian Rumah Transit Tandjoeng Barat. Berdasarkan teori kontrol sosial dihasilkan kesimpulan bahwa strategi Asosiasi Anti-Opiumvereeniging (AOV) dalam pengendalian penggunaan candu tersebut berhasil untuk mengintegrasikan serta kembali mengukuhkan elemen ikatan sosial masyarakat Pulau Jawa, baik di kalangan umum terutama pemadat dengan berupa bentuk tindakan pencegahan (preventif), tindakan perawatan (kuratif), serta tindakan tindak lanjut (rehabilitatif). Kata Kunci: Asosiasi Anti-Opiumvereeniging (AOV), candu, pemadat, Pulau Jawa After securing a monopoly on the opium trade in Java in 1677, the VOC, under the control of the Dutch East Indies government, legalized opium use by implementing the Opiumpacht and Opiumregie trading systems. The massive legal use of opium, integrated into the colonial system, gradually turned Java into a hub for opium addiction and triggered social problems, leading to the emergence of anti-opium organizations such as the Anti-Opiumvereeniging Association (AOV), which undertook a series of persuasive efforts to rehabilitate those classified as addicts and curb the emergence of new addicts on Java. This study aims to explain the role of the Anti-Opiumvereeniging Association (AOV) in efforts to control opium use among the population of Java from 1930 to 1941. This study employs a historical research method comprising four main stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. To analyze the series of opium control efforts undertaken by the Anti-Opiumvereeniging Association (AOV), this study applies Travis Hirschi’s Social Control Theory, which posits that deviance arises from the weakening of an individual’s social bonds and the presence of a control vacuum within the social environment. The research findings indicate that the Anti-Opiumvereeniging Association (AOV) implemented three opium control measures: anti-opium propaganda, the establishment of Community Nursing Service Centers, and the founding of the Tandjoeng Barat Transit House. Based on social control theory, it was concluded that the Anti-Opiumvereeniging Association’s (AOV) strategies for controlling opium use were successful in integrating and reinforcing the social bonds of the Javanese community, particularly among the general public and opium addicts, through preventive, curative, and rehabilitative measures. Keywords: Anti-Opiumvereeniging Association (AOV), opium, opium addicts, Java

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan
300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan > 373 Pendidikan menengah; sekolah tingkat lanjutan
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Sejarah IPS
Pengguna Deposit: 2605884659 Digilib
Date Deposited: 23 Jun 2026 01:52
Terakhir diubah: 23 Jun 2026 01:52
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101156

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir