UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK SEGAR DAUN WALISONGO (Schefflera arboricola) (Hayata) Merr. SEBAGAI BIOHERBISIDA DALAM PENGENDALIAN GULMA

Risma, Puri Aurunnisa (2026) UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK SEGAR DAUN WALISONGO (Schefflera arboricola) (Hayata) Merr. SEBAGAI BIOHERBISIDA DALAM PENGENDALIAN GULMA. FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (207Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2888Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2686Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Gulma bersaing memperebutkan sumber daya seperti air, cahaya, dan unsur hara, serta dapat menghasilkan senyawa alelopatik yang menghambat pertumbuhan tanaman budidaya. Kondisi tersebut menyebabkan gulma menjadi salah satu faktor utama penurunan produktivitas tanaman budidaya. Pengendalian gulma umumnya dilakukan menggunakan herbisida sintetis. Penggunaan herbisida sintetis terus menerus menimbulkan resistensi gulma dan akumulasi residu kimia, sehingga diperlukan alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas ekstrak segar daun walisongo (Schefflera arboricola) dalam menghambat pertumbuhan gulma serta menentukan konsentrasi yang paling efektif. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan: K- (kontrol air), K+ (glifosat 0,5%), P1 (20%), P2 (40%), dan P3 (60%). Parameter yang diamati meliputi jumlah gulma, tinggi gulma, gejala klorosis, berat basah, berat kering, dan analisis vegetasi. Data dianalisis menggunakan anova dan dilanjutkan dengan Uji Tukey pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak segar daun walisongo berpotensi sebagai bioherbisida terhadap gulma daun lebar yang ditunjukkan oleh gejala klorosis. Namun, secara umum efektivitasnya masih terbatas karena tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah dan tinggi gulma, sedangkan gulma daun sempit ekstrak segar daun walisongo hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi gulma. Konsentrasi 60% ekstrak segar daun walisongo menunjukkan kecenderungan paling efektif dalam menekan biomassa gulma meskipun masih lebih rendah dibandingkan glifosat 0,5%. Kata kunci: alelopati, bioherbisida, ekstrak daun walisongo, dan gulma

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 500 ilmu pengetahuan alam dan matematika
500 ilmu pengetahuan alam dan matematika > 570 Biologi
Program Studi: FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) > Prodi S1 Biologi
Pengguna Deposit: 2605322653 Digilib
Date Deposited: 23 Jun 2026 02:55
Terakhir diubah: 23 Jun 2026 02:55
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101187

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir