IMPLEMENTASI TRILATERAL COOPERATIVE ARRANGEMENT DALAM MENANGANI PERMASALAHAN DI LAUT SULU-SULAWESI DAN PERAIRAN LEPAS PANTAI SABAH BAGIAN TIMUR, 2016-2025

RISMA , OKTAVIA (2026) IMPLEMENTASI TRILATERAL COOPERATIVE ARRANGEMENT DALAM MENANGANI PERMASALAHAN DI LAUT SULU-SULAWESI DAN PERAIRAN LEPAS PANTAI SABAH BAGIAN TIMUR, 2016-2025. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (141Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1618Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1428Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Kawasan Laut Sulu-Sulawesi dan perairan lepas pantai Sabah bagian timur menghadapi ancaman kejahatan maritim transnasional. Ancaman tersebut mencakup perompakan bersenjata, penculikan awak kapal, dan aksi kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Insiden tersebut mencapai puncak tertinggi pada tahun 2016 dengan delapan belas kasus yang tercatat. Oleh karenanya, Indonesia, Malaysia, dan Filipina menyusun kerangka Trilateral Cooperative Arrangement (TCA) pada Mei 2016. Kerja sama ini bertujuan menjaga stabilitas keamanan maritim di Tri Border Area. Penelitian ini menganalisis implementasi TCA selama periode 2016-2025 secara mendalam. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja sama multilateral dan teori diplomasi pertahanan. Konsep multilateral menekankan koordinasi antartiga negara secara terbatas. Teori diplomasi pertahanan menjelaskan penggunaan instrumen militer secara damai. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data sekunder berasal dari dokumen resmi, laporan ReCAAP, publikasi jurnal ilmiah serta berbagai sumber berita media internasinal dan lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TCA berhasil menurunkan insiden kejahatan, dimana tidak ditemukan kasus pada periode 2021-2025. Keberhasilan ini dicapai melalui pilar operasional seperti Trilateral Maritime Patrol (TMP), Trilateral Air Patrol (TAP), dan penguatan Maritime Command Center (MCC). Berdasarkan konsep multilateral, TCA merupakan institusi terbatas (restricted institution) yang mengikat ketiga negara secara tak terpisahkan (indivisibly linked) untuk saling bergantung. Adapun dari teori diplomasi pertahanan, TCA berfungsi sebagai instrumen transformasional yang berhasil menyelesaikan krisis keamanan dan memulihkan keseimbangan regional. Secara keseluruhan, TCA membuktikan bahwa kolaborasi trilateral yang terinstitusi efektif menjaga kedaulatan dan stabilitas maritim regional. Kata Kunci: Indomalphi, Trilateral Cooperative Arrangement, Tri Border Area

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)
300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) > 321 Sistem pemerintahan dan sistem negara
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional
Pengguna Deposit: 2605899408 Digilib
Date Deposited: 23 Jun 2026 03:02
Terakhir diubah: 23 Jun 2026 03:02
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101195

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir