ANALISIS SPASIAL KEPADATAN BANGUNAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN SUKABUMI TAHUN 2014 DAN 2024 SERTA KESESUAIANNYA TERHADAP RTRW

Ichlasul, Adha Tonandri (2026) ANALISIS SPASIAL KEPADATAN BANGUNAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN SUKABUMI TAHUN 2014 DAN 2024 SERTA KESESUAIANNYA TERHADAP RTRW. FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (44Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (4Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (4Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan Kota Bandar Lampung dalam sepuluh tahun terakhir telah mendorong peningkatan pembangunan permukiman secara signifikan di berbagai wilayah, khususnya di Kecamatan Sukabumi. Kondisi tersebut menyebabkan perubahan pola persebaran bangunan serta pergeseran tingkat kepadatan permukiman di berbagai wilayah kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kepadatan permukiman pada tahun 2014 dan 2024 serta menganalisis kesesuaian sebaran permukiman terhadap RTRW. Data yang digunakan meliputi batas administrasi Kecamatan Sukabumi, Citra Google Earth tahun 2014 dan 2024 dan Peta RTRW Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan Kernel Density Estimation (KDE), klasifikasi tingkat kepadatan menggunakan metode Natural Breaks (Jenks), serta uji kesesuaian terhadap RTRW melalui teknik overlay. Seluruh proses analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan bangunan permukiman di Kecamatan Sukabumi mengalami peningkatan selama periode 2014-2024. Luas wilayah dengan kepadatan bangunan permukiman meningkat dari 200,07 ha pada tahun 2014 menjadi 299,88 ha di tahun 2024 sehingga terjadi penambahan luas kepadatan bangunan permukiman sebesar 99,81 hektar selama periode sepuluh tahun Perkembangan permukiman tidak hanya terkonsentrasi di wilayah utara, tetapi juga meluas ke wilayah tengah dan selatan kecamatan. Analisis kesesuaian terhadap RTRW menunjukkan bahwa luas permukiman sesuai RTRW meningkat dari 158,51 ha (79,22%) pada tahun 2014 menjadi 235,89 ha (78,66%) pada tahun 2024. Sementara itu, luas permukiman tidak sesuai RTRW meningkat dari 41,57 ha (20,78%) menjadi 63,99 ha (21,34%). Ketidaksesuaian tersebut didominasi oleh kawasan perdagangan dan jasa serta peruntukan industri. Secara umum, perkembangan permukiman di Kecamatan Sukabumi masih didominasi oleh kawasan sesuai RTRW, meskipun terjadi peningkatan pemanfaatan ruang pada kawasan yang tidak diperuntukkan sebagai permukiman. Kata kunci: Kepadatan permukiman, Kernel Density, Sukabumi Bandar Lampung. Population growth and urban development in Bandar Lampung City over the last decade have significantly increased residential development in various areas, particularly in Sukabumi District. This condition has led to changes in the spatial distribution of buildings and shifts in settlement density levels across different urban villages. This study aims to analyze the development of settlement density in 2014 and 2024 and to assess the conformity of settlement distribution with the Regional Spatial Plan (RTRW). The data used in this study include the administrative boundary map of Sukabumi District, Google Earth imagery from 2014 and 2024, and the RTRW map of Bandar Lampung City. The methods employed consist of Kernel Density Estimation (KDE) for density analysis, Natural Breaks (Jenks) classification for settlement density categorization, and overlay analysis to evaluate the conformity of settlement distribution with the RTRW. All analyses were conducted using Geographic Information System (GIS) software. The results showed that residential building density in Sukabumi District increased during the 2014-2024 period. The area occupied by residential buildings increased from 200.07 ha in 2014 to 299.88 ha in 2024, resulting in an additional 99.81 ha of residential built-up area over the ten-year period. Settlement development was not only concentrated in the northern part of the district but also expanded toward the central and southern areas. The conformity analysis with the RTRW shows that the area of settlements conforming to the spatial plan increased from 158.51 ha (79.22%) in 2014 to 235.89 ha (78.66%) in 2024. Meanwhile, non-conforming settlements increased from 41.57 ha (20.78%) to 63.99 ha (21.34%). These non conforming settlements were predominantly located within commercial and service areas as well as industrial zones. Overall, settlement development in Sukabumi District remains largely aligned with the RTRW; however, the increase in settlements located within non-designated areas indicates the need for improved spatial planning control and land-use management. Keywords: Residential density, Kernel Density, Sukabumi Bandar Lampung.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
Program Studi: FAKULTAS TEKNIK (FT) > Prodi S1-Teknik Geodesi
Pengguna Deposit: 2605010250 Digilib
Date Deposited: 23 Jun 2026 03:11
Terakhir diubah: 23 Jun 2026 03:11
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101201

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir