CallistaRatu, Fatimah Azzahra (2026) ANALISIS KEGAGALAN LAW ENFORCEMENT DAN MANAGEMENT CONTROL DALAM KEBERLANGSUNGAN PENAMBANGAN ILEGAL: STUDI KASUS BUKIT SUMBER AGUNG, KEMILING, BANDAR LAMPUNG (PERSPEKTIF TEORI GONE). ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf Download (12Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (4Mb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (3131Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penambangan ilegal merupakan pelanggaran tata ruang yang merusak secara ekologis namun sulit diberantas karena berakar pada kelemahan struktural tata kelola pemerintahan. Bukit Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, merupakan kawasan perbukitan yang berfungsi sebagai zona resapan air dan kawasan lindung. Selama delapan tahun, sejak 2017 hingga penyegelan Juni 2025, kawasan ini mengalami pengerukan material andesit secara masif tanpa Izin Usaha Pertambangan yang sah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab keberlangsungan aktivitas penambangan ilegal, dengan fokus pada kegagalan Law Enforcement dan Management Control sebagai akar strukturalnya. Penelitian menggunakan metode studi kasus kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap sembilan narasumber dari unsur aparatur pemerintah, organisasi lingkungan hidup, dan warga sekitar lokasi tambang, dilengkapi observasi lapangan dan dokumentasi. Analisis menggunakan kerangka teori GONE (Greed, Opportunity, Need, Exposure) dikembangkan Jack Bologna, dengan validitas dijamin melalui triangulasi sumber. Temuan menunjukkan bahwa keberlangsungan tambang ilegal merupakan hasil interaksi sistemik keempat faktor GONE yang saling mengunci. Faktor Greed terbukti sebagai pendorong utama melalui penyalahgunaan izin lingkungan proyek Puri Indah Hill sebagai kedok hukum dan praktik front man. Faktor Opportunity tercipta dari fragmentasi kewenangan antarinstansi dan minimnya personel pengawas lapangan. Faktor Need lebih dominan pada dimensi pemodal yang terdorong memulihkan investasi alat berat, bukan ketergantungan komunal masyarakat yang justru mayoritas merasa dirugikan. Faktor Exposure berada pada level sangat rendah akibat penegakan hukum yang berhenti pada tataran administratif, diperparah persepsi sosial bahwa pelaku berlindung di balik orang berpengaruh. Kegagalan kumulatif ini memproduksi normalisasi impunitas sebagai norma sosial yang membenarkan pelanggaran sebagai pilihan rasional dan aman.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 350 Administrasi publik dan ilmu militer > 354 Departemen perekonomian dan lingkungan |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Ilmu Pemerintahan |
| Pengguna Deposit: | 2605307942 Digilib |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 08:12 |
| Terakhir diubah: | 23 Jun 2026 08:12 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101288 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
