ASTRITIA, LATIFA (2026) PERUBAHAN KEBIJAKAN PERTAHANAN JERMAN DARI ERA KANSELIR ANGELA MERKEL KE KANSELIR OLAF SCHOLZ. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (204Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (4080Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (3653Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Ketika terjadi invasi Rusia ke Ukraina melalui aneksasi atas Krimea tahun 2014, Kanselir Angela Merkel membentuk kebijakan pertahanan secara bertahap dengan terkoordinasi melalui Uni Eropa dan NATO dalam menekan Rusia kembali ke jalur hukum internasional memegang prinsip kerja sama damai. Namun, kebijakan pertahanan tersebut berubah saat invasi kedua berskala besar tahun 2022 yang menyebabkan perang hingga saat ini. Kanselir berikutnya, Olaf Scholz memperkenalkan istilah Zeitenwende pada pidatonya di parlemen, mengumumkan pembentukan dana khusus pertahanan, mendukung Ukraina dengan memasok senjata, serta memenuhi komitmen NATO. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menjelaskan perubahan kebijakan pertahanan Jerman dari era Kanselir Angela Merkel ke Kanselir Olaf Scholz yang berfokus pada tahun 2014– 2024. Teknik pengumpulan data melalui studi literatur dari sumber sekunder yang relevan, seperti dokumen resmi pemerintah Jerman, laman resmi pemerintah, dan laporan lembaga internasional. Data tersebut dianalisis melalui kondensasi, penyajian data, dan verifikasi data untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan kebijakan pertahanan Jerman dipicu oleh guncangan eksternal, yaitu perang Rusia-Ukraina dengan arah (deterrence, kesiapan tempur, dan pertahanan kolektif), bentuk (dana khusus €100 miliar, alokasi 2% PDB untuk pertahanan, dan bantuan militer ke Ukraina), serta implementasi (kenaikan anggaran, pengadaan dan modernisasi alutsista, pengiriman senjata ke Ukraina, serta penguatan pasukan di Eropa Timur) ditentukan oleh keputusan Olaf Scholz. Tingkat perubahan kebijakan pertahanan Jerman berada pada perubahan program dan tujuan dari penolakan bantuan militer menjadi negara pengirim senjata terbesar kepada Ukraina dengan kebijakan yang mendukung pertahanan Ukraina dan penguatan keamanan Eropa. Kata Kunci: Angela Merkel, Jerman, Kebijakan Pertahanan, Olaf Scholz, Zeitenwende
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional |
| Pengguna Deposit: | 2605578061 Digilib |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 07:59 |
| Terakhir diubah: | 23 Jun 2026 07:59 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101324 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
