PERAN INTERNATIONAL ORGANIZATION FOR MIGRATION (IOM) DALAM MELINDUNGI KORBAN HUMAN TRAFFICKING INDONESIA DI MALAYSIA, (2014—2018)

Cici , Khoiriyah (2026) PERAN INTERNATIONAL ORGANIZATION FOR MIGRATION (IOM) DALAM MELINDUNGI KORBAN HUMAN TRAFFICKING INDONESIA DI MALAYSIA, (2014—2018). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK (7).pdf

Download (1013Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL (6).pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1955Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN (7).pdf

Download (1955Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Peran International Organization for Migration (IOM) dalam melindungi korban human trafficking Indonesia di Malaysia pada tahun 2014–2018. Permasalahan human trafficking terhadap pekerja migran Indonesia di Malaysia menjadi isu serius karena tingginya kasus eksploitasi tenaga kerja, kekerasan, perdagangan seksual, penahanan dokumen, hingga pelanggaran hak asasi manusia terhadap pekerja migran Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persoalan korban human trafficking Indonesia di Malaysia serta menjelaskan peran IOM dalam memberikan perlindungan terhadap korban. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder melalui studi pustaka dan studi dokumentasi dari laporan resmi IOM, jurnal ilmiah, buku, website resmi, laporan pemerintah, dan berbagai sumber relevan lainnya. Penelitian ini menggunakan teori International Organization dari Clive Archer dengan melihat peran organisasi internasional sebagai instrumen, arena, dan aktor. Penelitian ini juga didukung oleh konsep peran (role), hak asasi manusia (HAM), dan pekerja migran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IOM memiliki peran penting dalam melindungi korban human trafficking Indonesia di Malaysia tahun 2014–2018. Sebagai instrumen, IOM membantu pemerintah Indonesia dan Malaysia dalam menangani korban melalui bantuan teknis, rehabilitasi, repatriasi, serta perlindungan korban. Sebagai arena, IOM menjadi wadah koordinasi, dialog, dan kerja sama antarnegara serta organisasi terkait dalam menangani perdagangan manusia. Sebagai aktor, IOM menjalankan berbagai program perlindungan secara independen seperti counter-trafficking, edukasi migrasi aman, bantuan hukum, serta pendampingan korban. Meskipun demikian, praktik human trafficking masih terus terjadi akibat lemahnya pengawasan, migrasi non-prosedural, dan tingginya permintaan tenaga kerja di Malaysia. Kata Kunci: International Organization for Migration (IOM), Human Trafficking, Pekerja Migran Indonesia, Malaysia, Hak Asasi Manusia. The role of the International Organization for Migration (IOM) in protecting Indonesian victims of human trafficking in Malaysia from 2014 to 2018. Human trafficking involving Indonesian migrant workers in Malaysia has become a serious issue due to the high number of labor exploitation cases, violence, sexual trafficking, document confiscation, and human rights violations experienced by Indonesian migrant workers. This study aims to describe the problems faced by Indonesian victims of human trafficking in Malaysia and to explain the role of IOM in providing protection for the victims. This research employs a descriptive qualitative method using secondary data obtained through literature review and documentation studies from official IOM reports, academic journals, books, official websites, government reports, and other relevant sources. The study applies Clive Archer’s theory of International Organization, analyzing international organizations as instruments, arenas, and actors. This study is also supported by the concepts of role, human rights, and migrant workers. The findings indicate that IOM played an important role in protecting Indonesian victims of human trafficking in Malaysia during 2014–2018. As an instrument, IOM assisted the governments of Indonesia and Malaysia in handling victims through technical assistance, rehabilitation, repatriation, and victim protection services. As an arena, IOM functioned as a platform for coordination, dialogue, and cooperation among states and related organizations in addressing human trafficking issues. As an actor, IOM independently implemented various protection programs such as counter-trafficking, safe migration education, legal assistance, and victim support services. However, human trafficking practices continued to occur due to weak supervision, non-procedural migration, and the high demand for low-cost labor in Malaysia. Keywords: International Organization for Migration (IOM), Human Trafficking, Indonesian Migrant Workers, Malaysia, Human Rights.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional
Pengguna Deposit: 2605298742 Digilib
Date Deposited: 23 Jun 2026 07:43
Terakhir diubah: 23 Jun 2026 07:43
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101345

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir