ANALISIS IDOL K-POP GENERASI KETIGA SEBAGAI INSTRUMEN KEBIJAKAN DIPLOMASI PUBLIK KOREA SELATAN (2014-2025)

DESVIN, HARISDA PUTRI (2026) ANALISIS IDOL K-POP GENERASI KETIGA SEBAGAI INSTRUMEN KEBIJAKAN DIPLOMASI PUBLIK KOREA SELATAN (2014-2025). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (176Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2799Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1976Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penenlitian ini mengkaji perkembangan diplomasi publik di era globalisasi yang semakin sering melibatkan aktor non-negara. Korea Selatan menjadi salah satu negara yang berhasil memanfaatkan Hallyu melalui K-Pop sebagai instrumen diplomasi publik. Dalam konteks tersebut, idol K-pop generasi ketiga tidak hanya berperan sebagai aktor indusri hiburan, tetapi juga sebagai aktor non-negara yang membantu memperkenalkan budaya dan meningkatkan citra negara Korea Selatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran idol K-Pop generasi ketiga sebagai instrumen diplomasi publik Korea Selatan pada periode 2014-2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendektan studi kasus. Data diperoleh melalui laporan resmi, publikasi lembaga, dan literatur akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teori Publik Diplomacy Nicholas J. Cull yang terdiri atas lima elemen, yaitu listening, advocacy, cultural diplomacy, exchange diplomacy, dan international broadcasting. Hasil penelitian menunjukan bahwa Korea Selatan berhasil memanfaatkan idol K-Pop generasi ketiga sebagai aktor non-negara melalui kelima elemen diplomasi publik Nicholas J. Cull. BTS, EXO, Blackpink, Twice, Red Velvet, dan Seventeen berperan dalam memperkenalkan budaya Korea Selatan, membangun komunikasi dengan publik internasional, serta memperluas jangkauan diplomasi publik melalui media digital. Penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan tersebut didukung oleh kolaborasi antara pemerintah Korea Selatan, industri hiburan, dan idol K-Pop sebagai aktor non-negara dalam menjangkau masyarakat global. Kata Kunci: Diplomasi Publik, Aktor Non-Negra, Korea Selatan, K-Pop, Hallyu

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional
Pengguna Deposit: 2605071355 Digilib
Date Deposited: 25 Jun 2026 03:21
Terakhir diubah: 25 Jun 2026 03:21
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101469

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir