DIPLOMASI BUDAYA INDONESIA ATAS KLAIM BUDAYA OLEH MALAYSIA TAHUN 2017-2025

MONIC, ALTARISWAN (2026) DIPLOMASI BUDAYA INDONESIA ATAS KLAIM BUDAYA OLEH MALAYSIA TAHUN 2017-2025. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (95Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2893Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (1893Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Kesamaan akar sejarah dan kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia sering kali memunculkan kontroversi terkait budaya yang dipersepsikan sebagai klaim budaya. Permasalahan ini mulai memperoleh perhatian luas sejak 2007 melalui kampanye Malaysia Truly Asia yang menampilkan unsur budaya yang diasosiasikan dengan Indonesia dan terus muncul dalam berbagai bentuk pada tahun-tahun berikutnya. Bahkan dalam salah satu kasus, Malaysia memperoleh pengakuan internasional lebih dahulu atas warisan budaya yang memiliki keserupaan dengan milik Indonesia. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini merumuskan pertanyaan mengenai bagaimana diplomasi budaya Indonesia dalam menghadapi klaim budaya oleh Malaysia tahun 2017-2025. Penelitian ini menggunakan konsep diplomasi budaya sebagai kerangka analisis. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumen yang bersumber dari data sekunder. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola diplomasi budaya Indonesia dalam menghadapi kontroversi budaya oleh Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi budaya Indonesia pada periode 2017-2025 cenderung bersifat reaktif-selektif, yaitu lebih banyak dijalankan setelah kontroversi klaim budaya berkembang di ruang publik dan tidak selalu digunakan untuk merespons setiap kontroversi yang muncul. Penelitian ini juga menemukan bahwa sebagian besar kontroversi klaim budaya Indonesia-Malaysia tidak dipicu oleh klaim resmi pemerintah Malaysia. Dalam merespons dinamika tersebut, Indonesia memanfaatkan berbagai instrumen diplomasi budaya, seperti pengajuan warisan budaya tak benda ke UNESCO, festival budaya internasional, kampanye Wonderful Indonesia, berbagai forum kebudayaan regional dan internasional, serta kompetisi seni internasional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa diplomasi budaya Indonesia lebih banyak diarahkan pada penguatan pengakuan, visibilitas, dan legitimasi budaya Indonesia di tingkat internasional daripada respons langsung terhadap aktor yang memunculkan kontroversi budaya. Selain itu, penelitian ini menemukan adanya perbedaan antara arena berkembangnya kontroversi budaya dan arena pelaksanaan diplomasi budaya Indonesia. Akibatnya, diplomasi budaya Indonesia berperan dalam memperkuat legitimasi budaya Indonesia di tingkat internasional, tetapi tidak secara otomatis menghilangkan perdebatan mengenai budaya yang terus berkembang di ruang publik. Kata kunci: Diplomasi Budaya, Klaim Budaya, Indonesia-Malaysia The similarity of historical and cultural roots between Indonesia and Malaysia often gives rise to controversies related to culture that are perceived as cultural claims. This issue began to gain widespread attention since 2007 through the Malaysia Truly Asia campaign which featured cultural elements associated with Indonesia and continued to emerge in various forms in the following years. In fact, in one case, Malaysia obtained international recognition first for its cultural heritage that has similarities to Indonesia's. Based on these conditions, this study formulates a question about how Indonesia's cultural diplomacy in dealing with cultural claims by Malaysia in 2017-2025. This study uses the concept of cultural diplomacy as a framework for analysis. The method used is descriptive qualitative research with document study techniques sourced from secondary data. Data analysis was carried out through three stages, namely data condensation, data presentation, and drawing conclusions to identify the pattern of Indonesian cultural diplomacy in the face of cultural controversies by Malaysia.The results of the study show that Indonesia's cultural diplomacy in the period 2017-2025 tends to be reactive-selective, that is, it is more carried out after the controversy of cultural claims develops in the public space and is not always used to respond to every controversy that arises. The study also found that most of the controversy over Indonesian-Malaysian cultural claims was not sparked by official claims by the Malaysian government. In response to these dynamics, Indonesia utilizes various cultural diplomacy instruments, such as the submission of intangible cultural heritage to UNESCO, international cultural festivals, the Wonderful Indonesia campaign, various regional and international cultural forums, and international art competitions. The findings of the study show that Indonesian cultural diplomacy is more directed at strengthening the recognition, visibility, and legitimacy of Indonesian culture at the international level than on a direct response to actors who raise cultural controversies. In addition, this study found a difference between the arena of developing cultural controversy and the arena of implementing Indonesian cultural diplomacy. As a result, Indonesian cultural diplomacy plays a role in strengthening the legitimacy of Indonesian culture at the international level, but does not automatically eliminate the debate about culture that continues to grow in the public sphere. Keywords: Cultural Diplomacy, Cultural Claims, Indonesia-Malaysia

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 306 Kultur, ilmu budaya, kebudayaan dan lembaga-lembaga, institusi
300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) > 322 Hubungan negara dengan kelompok terorganisir dan anggotanya
300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) > 324 Proses politik
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional
Pengguna Deposit: 2605229410 Digilib
Date Deposited: 25 Jun 2026 06:52
Terakhir diubah: 25 Jun 2026 06:52
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101497

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir