ANALISIS STRATEGI KEAMANAN SIBER INDONESIA DALAM MENGHADAPI ANCAMAN RANSOMWARE: STUDI KASUS SEKTOR LAYANAN PUBLIK DAN PERBANKAN, 2020—2024

ELNAYA , PRICILIA (2026) ANALISIS STRATEGI KEAMANAN SIBER INDONESIA DALAM MENGHADAPI ANCAMAN RANSOMWARE: STUDI KASUS SEKTOR LAYANAN PUBLIK DAN PERBANKAN, 2020—2024. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1 Abstrak Elnaya.pdf

Download (120Kb) | Preview
[img] File PDF
2 Skripsi Full Elnaya.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1064Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3 Skripsi Tanpa Bab IV.pdf

Download (1132Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Keamanan siber merupakan salah satu sektor penting bagi Indonesia. Namun, seiring perubahan lanskap ancaman global, Indonesia kini mengembangkan segmen mitigasi yang lebih spesifik, seperti financial-sector cybersecurity dan public-service cloud security guna menegakkan kedaulatan digital nasional secara menyeluruh. Penelitian ini menganalisis strategi keamanan siber Indonesia terhadap eskalasi ancaman ransomware transnasional periode 2020–2024 dengan studi kasus serangan LockBit 3.0 pada Bank Syariah Indonesia (2023) dan Brain Cipher pada Pusat Data Nasional Sementara 2 (2024). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengevaluasi upaya keamanan Indonesia melalui lensa Teori Strategi Keamanan Siber Nasional dan Konsep Tata Kelola Keamanan Siber Nasional. Data sekunder bersumber dari laporan resmi BSSN dan dokumen kebijakan dianalisis menggunakan teknik kondensasi, penyajian, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi 5 Pilar ITU di Indonesia masih menemui kendala pada aspek teknis dan organisasi, terutama terkait compliance gap instansi pemerintah serta fragmentasi otoritas antarlembaga yang menghambat respons cepat terhadap serangan siber. Akibatnya, aktor eksternal masih dapat mengeksploitasi celah keamanan pada sektor publik dan perbankan karena belum terwujudnya integrasi yang utuh di kelima pilar tersebut. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan kedaulatan digital memerlukan sinkronisasi komando kelembagaan yang tersentralisasi, ketegasan sanksi hukum atas kelalaian risiko, serta kedisiplinan operasional yang ketat guna mewujudkan ekosistem data publik yang resiliens. Kata kunci: Keamanan Siber, Ransomware, 5 Pilar ITU, BSI, PDNS 2.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) > 321 Sistem pemerintahan dan sistem negara
300 Ilmu sosial > 350 Administrasi publik dan ilmu militer > 351 Administrasi publik
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional
Pengguna Deposit: 2605842277 Digilib
Date Deposited: 26 Jun 2026 03:03
Terakhir diubah: 26 Jun 2026 03:03
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101563

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir