MAKNA RELIGIUS PADA TRADISI NGUMBAI REPONG DAMAR MARGA ULU KRUI DI PEKON LABUHAN MANDI KECAMATAN WAY KRUI KABUPATEN PESISIR BARAT

SENDI , SANJAYA (2026) MAKNA RELIGIUS PADA TRADISI NGUMBAI REPONG DAMAR MARGA ULU KRUI DI PEKON LABUHAN MANDI KECAMATAN WAY KRUI KABUPATEN PESISIR BARAT. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (202Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2457Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2370Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Tradisi Ngumbai Repong Damar merupakan salah satu warisan budaya masyarakat adat Marga Ulu Krui di Pekon Labuhan Mandi, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat, yang hingga kini masih dilaksanakan secara turuntemurun. Tradisi ini tidak hanya berkaitan dengan sistem pengelolaan hutan damar (repong), tetapi juga mengandung nilai-nilai religius yang merefleksikan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Di tengah arus modernisasi dan perubahan sosial, pemahaman terhadap makna religius dalam tradisi lokal menjadi penting sebagai upaya pelestarian budaya, penguatan identitas masyarakat adat, serta peneguhan nilai spiritual dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan makna religius yang terkandung dalam tradisi Ngumbai Repong Damar Marga Ulu Krui. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, observasi lapangan, wawancara terstruktur dengan tokoh adat dan masyarakat, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngumbai Repong Damar mengandung makna religius yang kuat dalam setiap tahapan prosesi, mulai dari himpun atau musyawarah, pembagian selebaran (burirek), gotong royong, pembukaan acara, pembacaan kitab manaqib, tausiyah, hingga prosesi butingkuk dan pangan. Makna religius tersebut tercermin dalam nilai syukur kepada Tuhan atas hasil hutan damar, permohonan keselamatan dan keberkahan, penghormatan terhadap leluhur, penguatan silaturahmi, sedekah, serta tanggung jawab moral masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Kata kunci: makna religius, tradisi Ngumbai Repong Damar, Marga Ulu Krui

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Sejarah IPS
Pengguna Deposit: 2605003729 Digilib
Date Deposited: 01 Jul 2026 02:47
Terakhir diubah: 01 Jul 2026 02:47
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101750

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir