Adelia, Noviyanti (2026) STRATEGI INDONESIA DALAM KERJA SAMA CTI-CFF TERKAIT PERLINDUNGAN TERUMBU KARANG TAHUN 2020—2025. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (181kB) | Preview |
|
|
Text
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
||
|
Text
SKRIPSI FULL TANPA PEMBAHASAN.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Kerusakan terumbu karang Indonesia disebabkan oleh ancaman lokal seperti penangkapan ikan yang merusak, kerusakan akibat wilayah pariwisata, dan polusi laut, ancaman regional seperti penangkapan ikan ilegal dan ancaman internasional seperti perubahan iklim. Kerusakan terumbu karang Indonesia mendukung Indonesia dalam menginisiasikan CTI-CFF sebagai respon terhadap isu kerusakan terumbu karang dan lingkungan laut di kawasan segitiga karang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana strategi Indonesia dalam kerja sama CTI-CFF terkait perlindungan terumbu karang tahun 2020-2025. Penelitian ini menggunakan teori diplomasi lingkungan oleh Sasskind dan Ali yang dengan 2 bidang yaitu keamanan lingkungan, dan tata kelola lingkungan global. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka dan studi dokumen dari website pemerintah, laporan tahunan, berita dan jurnal-jurnal terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki 3 strategi dalam CTI-CFF terkait perlindungan terumbu karang tahun 2020—2025. Perspektif keamanan lingkungan memandang Indonesia memiliki strategi konservasi terumbu karang dan ekonomi biru. Sementara tata kelola lingkungan global Indonesia memiliki strategi adaptasi perubahan iklim dengan CTI-CFF sebagai tempat kerja sama dan negosiasi Indonesia. Kata Kunci: Terumbu Karang, CTI-CFF, Indonesia, Diplomasi Lingkungan The degradation of Indonesia’s coral reefs is caused by local threats such as destructive fishing practices, damage from tourism, and marine pollution; regional threats such as illegal fishing; and international threats such as climate change. The degradation of Indonesia’s coral reefs has prompted Indonesia to initiate the CTICFF as a response to issues of coral reef degradation and marine environmental degradation in the Coral Triangle region. This research aims to explain Indonesia’s strategies within the CTI-CFF framework regarding coral reef protection for the period 2020–2025. The study applies Sasskind and Ali’s theory of environmental diplomacy, which encompasses two domains: environmental security and global environmental governance. This research employs a qualitative research method with a descriptive qualitative approach. The data used in this study consists of secondary data obtained through literature reviews and document analysis from government websites, annual reports, news articles, and relevant journals. The results of this study indicate that Indonesia has three strategies within the CTI-CFF framework regarding coral reef protection for the period 2020–2025. From an environmental security perspective, Indonesia has strategies for coral reef conservation and the blue economy. Meanwhile, in terms of global environmental governance, Indonesia has a climate change adaptation strategy, with the CTI-CFF serving as a platform for Indonesia’s cooperation and negotiations. Keywords: Coral Reef, CTI-CFF, Indonesia, Environtmental Diplomacy
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | ?? 302 ?? ?? 304 ?? ?? 320 ?? |
| Divisions: | ?? hubungan_internasional ?? |
| Depositing User: | 2605775001 Digilib |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 04:19 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 04:19 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101853 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
