BIOAKTIVITAS EKSTRAK METANOL DAN ETIL ASETAT Gracilaria sp. TERHADAP STRUKTUR MORFOLOGI DAN HISTOPATOLOGI LARVA Anopheles sp.: ANALISIS MENGGUNAKAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPE (SEM)

Nabila Muharrani, Fahda (2026) BIOAKTIVITAS EKSTRAK METANOL DAN ETIL ASETAT Gracilaria sp. TERHADAP STRUKTUR MORFOLOGI DAN HISTOPATOLOGI LARVA Anopheles sp.: ANALISIS MENGGUNAKAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPE (SEM). Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf

Download (201kB) | Preview
[img] Text
TESIS FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles sp. Penggunaan insektisida sintetis secara terus-menerus berdampak negatif terhadap lingkungan dan menimbulkan resistensi vektor, sehingga diperlukan alternatif larvasida nabati yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat mortalitas, menentukan nilai LC₅₀, serta mendeskripsikan perubahan morfologi dan histopatologi larva Anopheles sp. instar III setelah paparan ekstrak metanol dan etil asetat Gracilaria sp. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu jenis ekstrak dan konsentrasi (0,5%; 0,75%; 1%; 1,2%; serta kontrol akuades) dengan masing-masing lima ulangan. Data mortalitas dianalisis menggunakan metode Probit untuk menentukan LC₅₀ serta diuji menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Tukey Honestly Significant Difference (HSD) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan mortalitas larva. Mortalitas tertinggi diperoleh pada konsentrasi 1,2%, yaitu sebesar 94,4% pada ekstrak metanol dan 85,6% pada ekstrak etil asetat Gracilaria sp. Nilai LC₅₀ ekstrak metanol sebesar 0,870%, sedangkan ekstrak etil asetat sebesar 0,973%, yang menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki aktivitas larvasida dan tingkat toksisitas yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak etil asetat. Pengamatan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan adanya kerusakan kutikula dan deformasi struktur tubuh larva pada bagian kepala, toraks, abdomen, dan papila anal. Sementara itu, pengamatan histopatologi menunjukkan disorganisasi epitel, degenerasi sel, serta perubahan lumen pada usus tengah larva.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: ?? 570 ??
Divisions: Fakultas MIPA > Prodi Magister Ilmu Biologi
Depositing User: 2605798844 Digilib
Date Deposited: 03 Jul 2026 04:35
Last Modified: 03 Jul 2026 04:35
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101948

Actions (login required)

View Item View Item