ANALISIS RESISTENSI GULMA Asystasia gangetica, Eleusine indica DAN Praxelis clematidea TERHADAP HERBISIDA PARAQUAT DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TANAMAN MENGHASILKAN (TM) LAMPUNG SELATAN

Zaenny, Malicha Ayu Farahdisha (2026) ANALISIS RESISTENSI GULMA Asystasia gangetica, Eleusine indica DAN Praxelis clematidea TERHADAP HERBISIDA PARAQUAT DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TANAMAN MENGHASILKAN (TM) LAMPUNG SELATAN. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (220kB) | Preview
[img] Text
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (13MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (12MB) | Preview

Abstract

Keberadaan gulma pada perkebunan kelapa sawit tanaman menghasilkan (TM) dapat menurunkan produktivitas akibat persaingan dalam memperoleh air, unsur hara, dan cahaya. Pengendalian gulma umumnya menggunakan herbisida paraquat yang bersifat kontak non-selektif, namun penggunaan berulang berpotensi menyebabkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resistensi gulma Asystasia gangetica, Eleusine indica, dan Praxelis clematidea terhadap paraquat 276 SL di perkebunan kelapa sawit TM Lampung Selatan serta menentukan nilai LT₅₀, ED₅₀, dan nisbah resistensi. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan delapan taraf dosis paraquat, yaitu 0, 69, 138, 276, 552, 1104, 2208, dan 4416 g/ha dan asal gulma yang terpapar dan tidak terpapar paraquat lebih dari 10 tahun. Penelitian terdiri atas dua tahap, yaitu Uji Pendahuluan (Tahap 1) dan Uji Respon Dosis (Tahap II). Pengamatan meliputi persen kematian, bobot kering gulma untuk mengetahui nilai LT₅₀, ED₅₀, dan nisbah resistensi. Hasil menunjukkan bahwa nilai LT₅₀ gulma terpapar paraquat lebih tinggi dibandingkan gulma tidak terpapar. Nilai ED₅₀ gulma terpapar juga lebih tinggi dibandingkan gulma tidak terpapar, yaitu pada Asystasia gangetica sebesar 130,27 dan 50,35 g/ha dengan nisbah resistensi 2,59, Eleusine indica sebesar 406,76 dan 106,53 g/ha dengan nisbah resistensi 3,82 serta Praxelis clematidea sebesar 88,66 dan 63,27 g/ha dengan nisbah resistensi 1,18. Berdasarkan nilai nisbah resistensi, Asystasia gangetica dan Eleusine indica tergolong resistensi rendah terhadap paraquat, sedangkan Praxelis clematidea tergolong sensitif. Secara keseluruhan, gulma yang terpapar paraquat menunjukkan peningkatan toleransi sehingga diperlukan pengelolaan gulma terpadu untuk mencegah perkembangan resistensi. Kata kunci: resistensi, herbisida, paraquat diklorida, gulma, kelapa sawit.

Item Type: Other
Subjects: ?? 630 ??
Divisions: ?? agronomi ??
Depositing User: 2606661502 Digilib
Date Deposited: 06 Jul 2026 01:32
Last Modified: 06 Jul 2026 01:32
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/102012

Actions (login required)

View Item View Item