IMPLIKATUR PERCAKAPAN SOESILO BAMBANG YUDHOYONO DI KANAL YOUTUBE GITA WIRJAWAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA

DIAJENG , OKTAVIANI (2026) IMPLIKATUR PERCAKAPAN SOESILO BAMBANG YUDHOYONO DI KANAL YOUTUBE GITA WIRJAWAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (240kB) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah implikatur percakapan Susilo Bambang Yudhoyono dalam gelar wicara di kanal YouTube Gita Wirjawan dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian mengenai implikatur percakapan pada gelar wicara Gita Wirjawan ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikatur percakapan umum dan khusus berdasarkan kelangsungan dan keliteralannya, serta relevansinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Sumber data penelitian berupa video gelar wicara Susilo Bambang Yudhoyono episode “Tanda Engkau Belum Siap Memimpin” dan “SBY Membaca Catur Politik Dunia”. Analisis data dilakukan menggunakan teknik heuristik untuk menafsirkan makna tuturan yang diklasifikasikan berdasarkan jenis implikatur percakapan dan bentuk tuturannya, kemudian dianalisis untuk menjelaskan makna tersirat dalam tuturan serta implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan Susilo Bambang Yudhoyono mengandung implikatur percakapan umum dan khusus yang direalisasikan melalui empat bentuk tuturan, yaitu tuturan langsung literal, langsung tidak literal, tidak langsung literal, dan tidak langsung tidak literal. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 52 data implikatur percakapan dengan klasifikasi implikatur khusus pada tuturan langsung tidak literal sebagai bentuk yang paling dominan. Dominasi tersebut menunjukkan bahwa SBY cenderung menyampaikan kritik, sindiran, peringatan, serta ajakan politik dan kebangsaan melalui metafora, analogi, dan ungkapan kias sehingga makna tuturan dipahami berdasarkan konteks dan pengetahuan khusus. Penelitian ini diimplikasikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X Fase E Kurikulum Merdeka, materi teks negosiasi melalui pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). LKPD disusun menggunakan data tuturan yang mengandung implikatur umum dan khusus untuk melatih peserta didik memahami makna tersirat, penggunaan kalimat persuasif, penolakan tidak langsung, kritik halus. Kata Kunci: implikatur percakapan, kelangsungan, keliteralan, pembelajaran Bahasa The problem examined in this study is the conversational implicatures employed by Susilo Bambang Yudhoyono in interviews on Gita Wirjawan's YouTube channel and their implications for Indonesian language learning in senior high school. This study aims to describe generalized and particularized conversational implicatures based on directness and literalness, as well as their relevance to Indonesian language learning at the senior high school level. This study employed a descriptive qualitative method using the non-participatory observation technique (Simak Bebas Libat Cakap / SBLC) and note-taking technique. The data sources consisted of two interview videos featuring Susilo Bambang Yudhoyono entitled "Tanda Engkau Belum Siap Memimpin" ("Signs That You Are Not Yet Ready to Lead") and "SBY Membaca Catur Politik Dunia" ("SBY Interprets the Chessboard of Global Politics") on Gita Wirjawan's YouTube channel. The data were analyzed using the heuristic analysis technique to interpret the meanings of the utterances. The utterances were classified according to the types of conversational implicatures and speech forms, and subsequently analyzed to explain their implied meanings and their implications for Indonesian language learning. The findings indicate that Susilo Bambang Yudhoyono's utterances contain both generalized and particularized conversational implicatures, which are realized through four forms of speech: direct literal, direct non-literal, indirect literal, and indirect nonliteral utterances. A total of 52 conversational implicature data were identified, with particularized conversational implicatures in direct non-literal utterances emerging as the most dominant type. This dominance indicates that SBY tends to convey criticism, satire, warnings, and political as well as national appeals through metaphors, analogies, and figurative expressions, requiring contextual understanding and shared background knowledge to interpret the intended meanings. The findings of this study are implemented in Indonesian language learning for Grade X Phase E of the Merdeka Curriculum, particularly in teaching negotiation texts through the development of a Student Worksheet (Lembar Kerja Peserta Didik / LKPD). The LKPD was designed using utterances containing generalized and particularized conversational implicatures to train students to identify implied meanings, persuasive expressions, indirect refusals, and subtle criticism. Keywords: conversational implicature, directness, literalness, language learning

Item Type: Other
Subjects: ?? 000 ??
?? 001 ??
Divisions: FKIP > Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah
Depositing User: 2606556226 Digilib
Date Deposited: 07 Jul 2026 07:03
Last Modified: 07 Jul 2026 07:03
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/102144

Actions (login required)

View Item View Item