AHMAD , ABDULLAH ZEIN MUDA (2026) ANALISIS KRIMINOLOGIS TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI PELAKU KEJAHATAN PENGEDARAN NARKOTIKA GOLONGAN I (Studi Putusan Nomor: 337/Pid.Sus/2025/PN Tjk). HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (245kB) | Preview |
|
|
Text
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
||
|
Text
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (4MB) | Preview |
Abstract
Keterlibatan perempuan dalam jaringan peredaran gelap narkotika di Indonesia saat ini telah mengalami pergeseran peran, dari sebatas penyalah guna menjadi pelaku aktif dalam distribusi. Fenomena ini tidak terjadi secara instan, melainkan dipengaruhi oleh dinamika sosial, ekonomi, dan psikologis yang kompleks. Salah satu contoh nyata terdapat dalam Putusan Nomor 337/Pid.Sus/2025/PN Tjk, yang melibatkan seorang perempuan dalam permufakatan jahat penguasaan narkotika jenis sabu dan pil ekstasi di Bandar Lampung. Perkara dalam penelitian ini, yaitu Bagaimanakah faktor penyebab yang melatarbelakangi keterlibatan perempuan sebagai pelaku tindak pidana pengedaran narkotika golongan I dalam Putusan Nomor 337/Pid.Sus/2025/PN Tjk dan Bagaimanakah upaya penanggulangan kejahatan pengedaran narkotika golongan I dalam Putusan Nomor 337/Pid.Sus/2025/PN Tjk. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan narasumber relevan, meliputi Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang serta akademisi Hukum Pidana Universitas Lampung. Data sekunder bersumber dari peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan dokumen putusan pengadilan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan penelitian lapangan, yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: Faktor penyebab keterlibatan perempuan dalam Putusan Nomor 337/Pid.Sus/2025/PN Tjk dipengaruhi oleh sinergi antara faktor internal dan eksternal. Secara internal, rendahnya tingkat pendidikan dan lemahnya kontrol diri menyebabkan terdakwa mudah tergiur gaya hidup hedonis sebagai pelarian beban psikologis. Secara eksternal, tekanan ekonomi sebagai tulang punggung keluarga serta pengaruh lingkungan pergaulan yang menyimpang di ekosistem hiburan malam menjadi pemicu dominan yang meruntuhkan integritas moral terdakwa. Upaya penanggulangan dilakukan melalui integrasi kebijakan penal dan non-penal. Secara penal, hakim menjatuhkan vonis penjara dan denda yang tegas untuk memutus rantai peredaran dengan tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan terkait status sosial terdakwa. Secara non-penal, diperlukan penguatan kontrol sosial dan perbaikan kondisi ekonomi untuk mengatasi akar masalah kerentanan perempuan agar tidak dieksploitasi oleh jaringan narkotika. Saran dari penelitian ini adalah: Pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan memperkuat literasi hukum serta pembinaan mental bagi perempuan di kelompok rentan guna meningkatkan ketahanan diri menghadapi godaan aktivitas ilegal. Diperlukan program pemberdayaan ekonomi yang inklusif bagi perempuan kepala keluarga agar tidak terjebak dalam ekosistem kriminal sebagai solusi bertahan hidup. Selain itu, pengawasan terhadap lingkungan hunian dan tempat hiburan malam perlu diperketat untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkotika. Terakhir, lembaga pemasyarakatan diharapkan mengoptimalkan program rehabilitasi berbasis keterampilan ekonomi guna mencegah residivisme setelah pelaku menyelesaikan masa hukumannya. Kata Kunci: Kriminologi, Perempuan, Narkotika
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | ?? 300 ?? ?? 340 ?? |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1 |
| Depositing User: | 2606286136 Digilib |
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 07:16 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 07:16 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/102158 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
