Adista , Fre Ara (2026) TRADISI KIJING PASCA PERINGATAN SERIBU HARI PADA MASYARAKAT JAWA DESA SUKABAKTI KECAMATAN PALAS KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (142kB) | Preview |
|
|
Text
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
||
|
Text
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Tradisi Kijing merupakan warisan budaya dan tradisi yang dibawa oleh masyarakat transmigran dari Pulau Jawa sejak tahun 1970-an dan masih dilestarikan hingga saat ini di Desa Sukabakti. Tradisi ini dilaksanakan setelah peringatan seribu hari kematian sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, sekaligus penanda makam agar tidak hilang. Seiring perkembangan zaman, pelaksanaan Tradisi Kijing mengalami berbagai perubahan sehingga perlu dikaji bagaimana eksistensinya dalam kehidupan masyarakat saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi Tradisi Kijing serta memahami nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dalam kajian antropologi budaya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi berupa foto serta video. Informan dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Analisis data mengacu pada model Spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Kijing masih tetap eksistensi di Desa Sukabakti. Eksistensi tersebut ditunjukkan oleh masih berlangsungnya proses pewarisan tradisi antargenerasi, legitimasi tradisi sebagai adat yang memiliki nilai penghormatan kepada leluhur, serta fungsinya sebagai identitas kolektif yang memperkuat kebersamaan masyarakat Jawa. Selain itu, Tradisi Kijing mampu beradaptasi terhadap perubahan sosial yang dipengaruhi oleh perkembangan pola pikir masyarakat, modernisasi, dan kondisi ekonomi tanpa menghilangkan nilainilai pokok yang menjadi dasar pelaksanaannya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan teori Edward Shils, Tradisi Kijing tetap memiliki eksistensi karena masih diwariskan, memperoleh legitimasi sosial, memperkuat identitas kolektif, serta mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial. Kata Kunci: Eksistensi, Tradisi Kijing, Edward Shils, Masyarakat Jawa.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | ?? 370 ?? ?? 900 ?? |
| Divisions: | FKIP > Prodi Pendidikan Sejarah IPS |
| Depositing User: | 2606369337 Digilib |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 01:20 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 01:20 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/102358 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
