TITO, PRASETIO WICAKSONO (2026) IMPLEMENTASI KERJA SAMA ASEAN MINISTERIAL MEETING ON SPORTS DALAM PENINGKATAN DAYA SAING ATLET ASIA TENGGARA TAHUN 2016–2025. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
Text
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (209kB) | Preview |
|
|
Text
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
2. SKRIPSI FULL.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Daya saing atlet negara-negara Asia Tenggara di tingkat internasional masih menunjukkan adanya keterbatasan, Kondisi tersebut terjadi meskipun ASEAN telah mengembangkan berbagai mekanisme kerja sama olahraga melalui AMMS, SOMS, dan ASEAN Work Plan on Sports sebagai bagian dari kerangka ASCC. Ketidaksesuaian antara penguatan kerja sama olahraga kawasan dan capaian daya saing atlet mendorong perlunya kajian mengenai implementasi kerja sama AMMS dalam peningkatan daya saing atlet Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kerja sama AMMS dalam peningkatan daya saing atlet Asia Tenggara pada periode 2016–2025. Penelitian ini menggunakan kerangka analisis diplomasi olahraga melalui pendekatan diplomacy through sports, pendekatan sport as diplomacy dan elite sports development framework. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kerja sama AMMS dalam peningkatan daya saing atlet Asia Tenggara pada periode 2016–2025. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap dokumen resmi ASEAN, dan AMMS, ASCC Blueprint 2025, ASEAN Work Plan on Sports 2016-2025, Kazan action plan, Joint statement AMMS 1-8, publikasi jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama olahraga ASEAN melalui pengembangan program kawasan, peningkatan koordinasi kelembagaan, dan penguatan kapasitas olahraga regional. Berdasarkan pendekatan diplomacy through sports, AMMS berfungsi sebagai instrumen kerja sama yang mendorong pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, dan kebijakan olahraga ASEAN. Sementara itu, melalui pendekatan sport as diplomacy, berbagai ajang olahraga dimanfaatkan sebagai sarana representasi identitas dan visibilitas ASEAN di tingkat internasional. Berdasarkan elite sports development framework, dijabarkan implementasi kerja sama olahraga ASEAN pada dimensi dimensi elite sport system, mass participation, capacity building, dan integrity and regulation. Kata Kunci: AMMS, Diplomasi Olahraga, Daya Saing Atlet, ASEAN, Elite Sports Development Framework
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | ?? 300 ?? ?? 320 ?? |
| Divisions: | ?? hubungan_internasional ?? |
| Depositing User: | 2606844613 Digilib |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 01:22 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 01:22 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/102360 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
