DINI, AULIA HANDAYANI (2026) REPRESENTASI FESTIVAL KUE BULAN SEBAGAI SOFT POWER DAN NATION BRANDING TIONGKOK DALAM WEBSITE CHINA GLOBAL TELEVISION NETWORK (CGTN) 2023-. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
Text
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (321kB) | Preview |
|
|
Text
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
||
|
Text
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Perkembangan komunikasi global menunjukkan bahwa budaya tidak lagi hanya dipahami sebagai tradisi, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan citra negara di ruang internasional. Meskipun penelitian mengenai soft power Tiongkok telah banyak dilakukan, kajian yang secara khusus membahas representasi Festival Kue Bulan dalam media internasional Tiongkok masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Festival Kue Bulan direpresentasikan dalam website CGTN sebagai bagian dari pembentukan soft power dan nation branding Tiongkok pada periode 2023–2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data penelitian berupa artikel berita Festival Kue Bulan pada website CGTN periode 2023–2024. Analisis data diinterpretasikan melalui konsep soft power Joseph Nye (2004) dengan pendekatan soft power currencies Alexander Vuving (2009), yaitu beauty, brilliance, dan benignity, serta konsep nation branding Simon Anholt (2007) dengan model Keith Dinnie (2008) yang meliputi nation brand identity, communicators of nation brand identity, dan nation brand image. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CGTN merepresentasikan Festival Kue Bulan sebagai simbol budaya nasional yang menonjolkan nilai harmoni, kebersamaan keluarga, dan perdamaian. Representasi tersebut dikonstruksikan melalui narasi budaya, visualisasi estetis, dan pengemasan media digital modern yang memperkuat dimensi beauty, brilliance, dan benignity dalam soft power Tiongkok. Selain itu, CGTN berperan dalam membangun citra “Harmonious China” sebagai negara yang damai, berbudaya, modern, dan tidak mengancam di mata publik global. Kata kunci: Festival Kue Bulan, CGTN, Soft power, Nation branding, Diplomasi Budaya
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | ?? 300 ?? |
| Divisions: | ?? hubungan_internasional ?? |
| Depositing User: | 2606241323 Digilib |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 07:37 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 07:37 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/102428 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
