RESPON KECEPATAN TIMBULNYA ESTRUS DAN LAMA ESTRUS PADA BERBAGAI PARITAS SAPI BALI SETELAH DUA KALI PEMBERIAN PROSTAGLANDIN F2α (PGF2α

Kasnu, Ulvi Fitri Handayani (2013) RESPON KECEPATAN TIMBULNYA ESTRUS DAN LAMA ESTRUS PADA BERBAGAI PARITAS SAPI BALI SETELAH DUA KALI PEMBERIAN PROSTAGLANDIN F2α (PGF2α. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (172Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
BAB I.pdf

Download (157Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
BAB II.pdf

Download (330Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
BAB III.pdf

Download (141Kb) | Preview
[img] File PDF
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (196Kb)
[img]
Preview
File PDF
BAB V.pdf

Download (133Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (166Kb) | Preview
[img] Archive
LAMPIRAN.zip

Download (2819Kb)

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon kecepatan timbulnya estrus dan lama estrus pada berbagai paritas sapi Bali setelah dua kali pemberian prostaglandin F2α (PGF2α). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukoharjo II Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Materi yang digunakan sebanyak 12 ekor sapi, dengan bobot badan berkisar antara 272,5--309,76 kg (rata-rata = 285 kg ± 12,17). Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan paritas ternak yang terdiri dari paritas 0 (P0) yaitu sapi yang belum pernah beranak, paritas 1 (P1) yaitu sapi yang sudah beranak satu kali, paritas 2 (P2) yaitu sapi yang sudah beranak dua kali. Tiap perlakuan diulang 4 kali yaitu 4 ekor paritas 0 atau sapi dara, 4 ekor paritas 1 atau sapi yang telah beranak 1 kali, dan 4 ekor paritas 2 atau sapi yang telah beranak 2 kali. Hormon yang digunakan pada penelitian ini adalah prostaglandin F2α (Juramate®) dengan dosis 2 ml/ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) pada perlakuan P0 dan P1 dengan P2, tetapi tidak berbeda antara P0 dan P1 (P>0,05) terhadap kecepatan timbulnya estrus, dan terdapat perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) antara perlakuan pada P0, P1, dan P2 terhadap lama estrus. Rata-rata kecepatan timbulnya estrus untuk masing-masing perlakuan berturut-turut adalah P0 = 44,15 jam; P1 = 48,89 jam; P2 = 22,33 jam. Rata-rata lama estrus berturut-turut adalah P0 = 12,94 jam; P1 = 20,85 jam; P2 = 16,63 jam. Kata Kunci : Paritas, PGF2α, kecepatan timbulnya estrus, lama estrus

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > Budidaya hewan
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Peternakan
Pengguna Deposit: Robidin
Date Deposited: 19 Feb 2014 08:40
Terakhir diubah: 19 Feb 2014 08:40
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/1144

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir