RESPON FISIOLOGI KAMBING BOERAWA JANTANDI DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI

Yoto Kurniawan , ANDES FERNANDA (2013) RESPON FISIOLOGI KAMBING BOERAWA JANTANDI DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.

[img]
Preview
Text
COVER DALAM.pdf - Published Version

Download (9Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (8Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
MENYETUJUI.pdf - Published Version

Download (260Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
MENGESAHKAN.pdf - Published Version

Download (262Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (14Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf - Published Version

Download (18Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf - Published Version

Download (60Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf - Published Version

Download (32Kb) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (92Kb)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Published Version

Download (47Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (104Kb) | Preview
[img] Archive
LAMPIRAN.zip - Published Version

Download (2225Kb)

Abstrak

0,877 kali/menit. Kata kunci: Respon Fisiologi, Kambing Boerawa, Dataran tinggi dan dataran rendah. 0,407 kali/menit dan 25 0,563 kali/menit; 31 0,847 kali/menit dan 72 0,078 0,054 Respon fisiologis ternak adalah usaha ternak dalam rangka merespon kondisi tubuhnya dari lingkungan berupa cekaman panas atau cekaman dingin. Performan ternak dipengaruhi oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan respon fisiologi kambing Boerawa jantan terbaik di dataran rendah dan dataran tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober - Desember 2012, di Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus dan di Negerisakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei untuk mendapatkan data penelitian yang meliputi 30 ekor Kambing Boerawa jantan. Peubah yang diukur meliputi suhu rektal, frekuensi denyut jantung, dan respirasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan suhu rektal, frekuensi denyut jantung, dan respirasi kambing Boerawa pada dataran rendah (P 1 ) dan dataran tinggi (P ) berbeda sangat nyata (P<0,01). Kambing Boerawa di dataran tinggi memiliki respon fisiologis yang lebih baik dibandingkan Kambing Boerawa di dataran rendah. Rata-rata suhu rektal, frekuensi denyut jantung, dan respirasi ternak kambing Boerawa jantan yaitu masingmasing sebesar 39,25 0 C dan 39,06 0 C; 77 2

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Pertanian > Budidaya hewan
Program Studi: Fakultas Pertanian > Prodi Peternakan
Depositing User: A.Md Cahya Anima Putra .
Date Deposited: 25 Feb 2014 07:39
Last Modified: 25 Feb 2014 07:39
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/1210

Actions (login required)

View Item View Item