KETERJADIAN PENYAKIT TERSEBAB JAMUR PADA HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (Pbko) DI PERTANAMAN KOPI AGROFORESTRI

0714041008, JUWITA SURI MAHARANI (2012) KETERJADIAN PENYAKIT TERSEBAB JAMUR PADA HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (Pbko) DI PERTANAMAN KOPI AGROFORESTRI. Digital Library.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK B.INDONESIA.pdf

Download (80Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (6Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
cover,daftar isi.pdf

Download (367Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
I. PENDAHULUAN.pdf

Download (90Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
II. TINJAUAN PUSTAKA.pdf

Download (161Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
III. METODE PENELITIAN.pdf

Download (204Kb) | Preview
[img] File PDF
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN (REVISI PAK FX SUSILO).pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (167Kb)
[img]
Preview
File PDF
V. KESIMPULAN & DAPUS.pdf

Download (144Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterjadian penyakit tersebab jamur pada hama penggerek buah kopi (Pbko) di pertanaman kopi agroforestri di Sumber Jaya, Lampung Barat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei (sigi). Survei atau pengambilan sampel buah kopi dilakukan di areal perkebunan kopi rakyat yang ditanam dengan sistem agroforestri yaitu agroforestri sederhana dan agroforestri kompleks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterjadian penyakit tersebab jamur Pbko pada sampel buah kopi dari pohon di agroforestri kompleks lebih tinggi (45,8%) dibandingkan dengan agroforestri sederhana (27,2%). Keterjadian penyakit tersebab jamur Pbko pada buah kopi di tanah lebih tinggi dibandingkan dengan yang masih berada di pohon, baik pada sistem agroforestri kompleks (65,3% vs 45,8%) maupun pada agroforestri sederhana (61,3 vs 27,2%). Kata kunci : penyakit tersebab jamur, penggerek buah kopi, agroforestri. Abstract This study aims to determine the occurrence of fungal disease of the coffee berry borer in agroforestry coffee in Sumber Jaya area, West Lampung. Study was conducted using a survey method. Coffee berries were sampled from simple and complex agroforestry coffee plantations, respectively. The result showed that disease occurence in coffee berries collected from trees in complex agroforestry was significanly higher (45.8 %) than that in simple agroforestry (27.2 %). Futhermore, disease occurrence in coffee berries collected from soil surface was higher than that collected from trees, both in complex agroforestry (65.3% vs 45.8%) and in simple agroforestry (61.3 vs 27.2%). Key words : fungal disease, coffee berry borer, agroforestry.

Jenis Karya Akhir: Artikel
Subyek:
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana
Pengguna Deposit: IC-STAR . 2015
Date Deposited: 07 Sep 2015 04:08
Terakhir diubah: 07 Sep 2015 04:08
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/12204

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir