0813041050, Selviyani Melia (2012) ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PERCAKAPAN BAHASA INDONESIA MASYARAKAT MINANG DI BANDARLAMPUNG DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA. Digital Library.
|
Text
SANWACANA2.pdf Download (96kB) | Preview |
|
|
Text
PERSEMBAHAN selvi.pdf Download (63kB) | Preview |
|
|
Text
RIWAYAT HIDUP selvi.pdf Download (53kB) | Preview |
|
|
Text
PENGESAHAn 2.pdf Download (70kB) | Preview |
|
|
Text
MOTTO selvi.pdf Download (62kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI skripsi.pdf Download (85kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR TABEL.pdf Download (57kB) | Preview |
|
|
Text
cover selvi.pdf Download (89kB) | Preview |
|
|
Text
abstrak2.pdf Download (64kB) | Preview |
|
|
Text
Surat Pernyataan.pdf Download (58kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (128kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (255kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 3.pdf Download (111kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (444kB) |
||
|
Text
BAB 5.pdf Download (83kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bentuk-bentuk dan penyebab alih kode dan campur kode dalam percakapan bahasa Indonesia masyarakat Minang di Bandarlampung dan implikasinya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk dan penyebab alih kode dan campur kode dalam percakapan bahasa Indonesia masyarakat Minang di Bandarlampung serta implikasinya pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah percakapan masyarakat Minang di Bandarlampung yang mengalami alih kode dan campur kode, sedangkan sumber data yang dipilih adalah anggota IKM (Ikatan Keluarga Minang), KBSB (Keluarga Besar Sumatera Barat), dan Bunda Kandung Provinsi Lampung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak libat cakap dan teknik bebas libat cakap. Kedua teknik tersebut dikombinasikan dengan teknik lanjutan yang berupa teknik catatan lapangan dan teknik rekam. Selviyani Melia Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa alih kode dan campur kode terjadi dalam percakapan masyarakat Minang di Bandarlampung. Bentuk alih kode yang terjadi dalam percakapan orang Minang dengan orang Minang adalah alih kode intern. Alih kode ini disebabkan perpindahan topik, kehadiran orang ketiga, beralihnya suasana, terpengaruh lawan bicara, mengutip pembicaraan, berbicara dengan orang sekampung, dan membicarakan orang lain. Alih kode intern dalam percakapan orang Minang dengan bukan orang Minang disebabkan oleh perpindahan topik, kehadiran orang ketiga, beralihnya suasana, menunjukkan bahasa pertamanya, berbicara dengan orang sekampung, dan membicarakan orang lain. Sementara itu, alih kode ekstern dalam percakapan orang Minang dengan orang Minang karena ingin beradab-adab. Campur kode dalam percakapan orang Minang dengan orang Minang berupa campur kode kata, frasa, dan klausa. Campur kode kata dan campur kode klausa disebabkan oleh faktor status keterpelajaran dan keterpaksaan, sedangkan campur kode frasa disebabkan status keterpelajaran. Campur kode kata dalam percakapan orang Minang dengan bukan Minang disebabkan faktor keterpaksaan dan status keterpelajaran. Hasil penelitian dapat diimplikasikan pada pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA sebagai alternatif bahan ajar dalam standar kompetensi berbicara kelas X dengan kompetensi dasar memperkenalkan diri dan orang lain di dalam forum resmi dengan intonasi yang tepat dan kelas XI dengan kompetensi dasar menjelaskan secara lisan uraian topik tertentu dari hasil membaca (artikel atau buku).
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works = Karya Karya Umum |
| Divisions: | FKIP > Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah |
| Depositing User: | UPT . Teti Novianti |
| Date Deposited: | 22 Oct 2015 09:48 |
| Last Modified: | 22 Oct 2015 09:48 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/13494 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
