CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL KASIDAH-KASIDAH CINTA KARYA MUHAMMAD MUHYIDIN DAN KELAYAKANNYA EBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA

-, HANA RIANA CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL KASIDAH-KASIDAH CINTA KARYA MUHAMMAD MUHYIDIN DAN KELAYAKANNYA EBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA. Digital Library.

[img]
Preview
Text
1.pdf

Download (5Mb) | Preview
[img]
Preview
Text
3.pdf

Download (1919Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
2.pdf

Download (24Mb) | Preview
[img]
Preview
Text
5.pdf

Download (2848Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER DALAM+LUAR.pdf

Download (107Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Skripsi Citra Perempuan-Hana.pdf

Download (725Kb) | Preview
[img] Text
4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (162Mb)
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (7Kb) | Preview

Abstrak

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana citra perempuan dalam novel KasidahKasidah Cinta karya Muhammad Muhyidin dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di sekolah menengah atas (SMA). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra perempuan yang ditampilkan dalam novel dan menentukan kelayakan novel sebagai bahan ajar sastra di SMA. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra berspektif feminis. Tokoh-tokoh perempuan yang dianalisis, lalu diidentifikasi citraannya dalam masyarakat. Pemaparan citra perempuan selanjutnya didasarkan pada hasil pengidentifikasian tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa citra perempuan dalam novel Kasidah-Kasidah Cinta, berdasarkan citraannya di dalam masyarakat, ditampilkan sebagai berikut: sebagai anak melalui tokoh Sriwiji, sebagai gadis remaja melalui tokoh Sriwiji, Retno, Wulan dan Evi, sebagai istri melalui tokoh Nyi Sumirah, Nyi Prapti, dan Sriwiji, sebagai anggota masyarakat melalui tokoh Sriwiji, Retno, Wulan, Evi, Nyi Sumirah dan Nyi Prapti, dan sebagai perempuan muslimah melalui tokoh Sriwiji, Nyi Sumirah, Retno, Wulan,dan Evi. Berdasarkan keenam citra tersebut dapat diperoleh simpulan bahwa citra para tokoh perempuan dalam novel Kasidah-Kasidah Cinta karya Muhammad Muhyidin ditampilkan dengan citra penyayang, terlibat dalam kegiatan masyarakat dan hampir selalu dipengaruhi perasaan dalam menanggapi banyak hal. Citra perempuan dalam novel Kasidah-Kasidah Cinta Karya Muhammad Muhyidin layak untuk dijadikan Bahan Ajar Sastra Indonesia di Sekolah Menengah Atas (SMA) karena sesuai dengan kriteria pemilihan bahan ajar sastra yang dilihat dari tiga aspek yakni bahasa, psikologi, dan latar belakang budaya siswa serta relevan dengan SK dan KD yang terdapat dalam KTSP, Hana Riana yakni aspek keterampilan membaca: memahami berbagai hikayat, novel Indonesia/novel terjemahan, dan KD: menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan yang terdapat dalam mata pelajaran bahasa Indonesia kelas XI, semester 1.

Tipe Karya Ilmiah: Artikel
Subyek: A General Works = Karya Karya Umum
Depositing User: tik7 . Unila
Date Deposited: 18 Dec 2015 07:15
Last Modified: 18 Dec 2015 07:15
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/15742

Actions (login required)

View Item View Item